SMARTSURABAYA.COM – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mendorong pendampingan trauma healing berkelanjutan bagi anak-anak korban gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) agar kembali pulih dan berani menatap masa depan.
Khofifah dalam keterangan diterima di Surabaya, Jawa Timur, Senin mengatakan menilai pemulihan pascabencana tidak cukup hanya memenuhi kebutuhan logistik.
Menurutnya, anak-anak juga membutuhkan rasa aman serta pendampingan psikologis untuk mengatasi tekanan akibat gempa.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah mengirim tim Layanan Dukungan Psikososial (LDP) untuk memberikan pendampingan kepada anak-anak, orang tua, dan lansia terdampak.
“Tim LDP ini ada empat orang yang sudah tiga hari mereka di sini. Jadi ini tim trauma healing. Yang bisa kita lakukan adalah memberikan penguatan kepada anak-anak, bapak-ibu, dan lansia. Mereka membutuhkan waktu untuk mendapatkan pendampingan, konseling, dan trauma healing,” katanya saat mengunjungi dan menyerahkan bantuan kemanusiaan Pemerintah Provinsi Jawa Timur di SD Inpres Robo, Desa Ranaka, Kabupaten Manggarai.
Khofifah menekankan proses pemulihan psikososial membutuhkan waktu sehingga tidak dapat diselesaikan melalui satu kali kegiatan.
“Jadi prosesnya tidak cukup hanya sekali. Penguatan, konseling dan trauma healing ini membutuhkan waktu. Karena itu, pendampingan harus terus dilakukan agar anak-anak, bapak-ibu dan lansia bisa kembali kuat setelah menghadapi bencana,” katanya.
Ia berharap pendampingan membantu anak-anak kembali merasa aman, ceria, berani beraktivitas, serta kembali belajar dan mengejar cita-cita.
“Kita semua bersaudara. Kita hadir bersama-sama untuk membantu saudara-saudara kita di sini,” ucapnya.
Khofifah kemudian memberikan motivasi agar anak-anak tetap semangat meraih cita-cita meski menghadapi situasi sulit akibat bencana.
“Mudah-mudahan semua cita-cita kalian tercapai. Yang ingin jadi tentara atau polisi, semoga bisa menjadi jenderal. Jadilah anak-anak Indonesia yang luar biasa,” ujarnya.
Khofifah juga menanyakan kesiapan mereka kembali bersekolah setelah kondisi lingkungan dan fasilitas pendidikan dinyatakan aman.
“Kalau sekolah sudah bisa digunakan, siap sekolah lagi?” tanya Khofifah.
“Siap!” jawab anak-anak serentak.
“Bahagia kita mendengar semangat mereka. Sekolahnya nanti kalau sudah aman dan sudah bisa digunakan, kita kembali sekolah,” katanya.
Khofifah juga berpesan agar anak-anak tetap kuat dan semangat menghadapi situasi pascabencana.
“Anak-anakku, kalian tidak sendiri. Kita semua bersaudara. Tetap semangat, sehat dan kuat untuk menghadapi ujian ini. Mudah-mudahan yang sakit segera sembuh dan anak-anak dengan ceria dan semangatnya bisa kembali bersekolah untuk mencapai cita-cita yang luar biasa,” katanya.
Sumber: antarajatim
