SMARTSURABAYA.COM – Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan terus menggenjot jumlah kepesertaan khususnya bagi pekerja informal.
Direktur Utama BPJS Ketenagakerjaan Saiful Hidayat saat dikonfirmasi di Malang, Senin mengatakan salah satu tantangan utama adalah memperluas perlindungan kepada pekerja informal yang masih tercatat sebanyak 13,5 juta sebagai peserta dari potensi 77,8 juta.
“Angka tersebut menunjukkan masih besarnya ruang perlindungan yang harus kita jangkau,” katanya.
Ia mengatakan tantangannya saat ini adalah bagaimana pekerja informal, mulai dari pengemudi, pedagang, petani, nelayan hingga pekerja mandiri, melihat jaminan sosial bukan sebagai beban.
“Tetapi sebagai kebutuhan untuk menjaga dirinya dan keluarganya ketika risiko terjadi,” katanya.
Ia menuturkan pihaknya juga memperkuat kolaborasi dengan insan media se-Jawa Timur untuk memperluas literasi sekaligus mendorong semakin banyak pekerja memahami pentingnya perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan.
“Bagi kami, media bukan hanya menyampaikan informasi, tetapi juga menjadi mitra strategis untuk membantu menghadirkan informasi perlindungan yang lebih sederhana, relevan, dan terpercaya, sehingga semakin banyak pekerja memahami pentingnya melindungi diri dan keluarganya,” ujar Saiful.
Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Jawa Timur Irvansyah Utoh Banja mengatakan tantangan perluasan perlindungan tersebut juga menjadi agenda penting di Jawa Timur.
Berdasarkan data per 19 Agustus 2026, dari sekitar 21,06 juta pekerja di Jawa Timur, sebanyak 5,63 juta pekerja tercatat sebagai peserta aktif BPJS Ketenagakerjaan. Kondisi tersebut menunjukkan masih besarnya ruang untuk memperluas perlindungan kepada pekerja di berbagai sektor.
“Karakter pekerja di Jawa Timur sangat beragam. Karena itu, kami membutuhkan kolaborasi banyak pihak agar perlindungan semakin luas dan semakin dekat dengan kebutuhan pekerja. Di sinilah kami melihat media bukan semata-mata sebagai kanal publikasi, tetapi sebagai mitra strategis,” ujar Utoh.
Sumber: antarajatim
