SMARTSURABAYA.COM – Pemerintah Kabupaten Pacitan, Jawa Timur mempercepat verifikasi wilayah terdampak kekeringan dan kebutuhan masyarakat terhadap air bersih seiring dengan prakiraan musim kemarau yang berlangsung lebih panjang di daerah setempat tahun ini.
Bupati Pacitan Indrata Nur Bayuaji di Pacitan, Rabu, mengatakan percepatan verifikasi karena air bersih menjadi kebutuhan dasar masyarakat yang harus dipenuhi secara cepat dan tepat.
“Verifikasi harus tepat, tetapi jangan terlalu lama karena ini menyangkut kebutuhan dasar masyarakat,” katanya.
Dia menjelaskan camat dan kepala desa menjadi ujung tombak pemetaan kondisi lapangan karena paling memahami kebutuhan dan situasi masyarakat di wilayah masing-masing.
Pemkab juga membuka peluang kolaborasi dengan pihak swasta untuk membantu penyaluran air bersih apabila kebutuhan masyarakat melebihi kapasitas pemerintah daerah.
Namun, seluruh bantuan tetap harus berada dalam koordinasi dan kendali pemerintah daerah agar penanganan berjalan efektif.
Kepala Pelaksana BPBD Pacitan Erwin Andriatmoko mengatakan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menunjukkan musim kemarau tahun ini berpotensi berlangsung lebih panjang sehingga memerlukan kewaspadaan bersama.
Hingga Agustus 2026, tercatat permintaan bantuan air bersih dari 36 desa yang tersebar di delapan kecamatan.
Data BPBD juga menunjukkan lima kecamatan masuk kategori kerawanan kekeringan ekstrem, yakni Donorojo, Punung, Pringkuku, Arjosari, dan Sudimoro.
Sebanyak tiga kecamatan lainnya, yakni Nawangan, Bandar, dan Tegalombo, masuk kategori sangat panjang, sedangkan Pacitan, Kebonagung, Tulakan, dan Ngadirojo tergolong kategori panjang.
Erwin menilai keterlibatan aktif pemerintah desa dan kecamatan akan membuat data kebutuhan air bersih lebih akurat sehingga penanganan maupun penambahan bantuan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.
Pemkab Pacitan berharap, langkah antisipatif tersebut mampu meminimalkan dampak kekeringan terhadap masyarakat, khususnya di wilayah yang setiap tahun menghadapi keterbatasan akses air bersih saat musim kemarau.
Sumber: antarajatim
