
SMARTSURABAYA.COM – Harga sejumlah bahan kebutuhan pokok masih bergerak pada Selasa, 15 September 2026. Minyak goreng, telur ayam ras, dan bawang merah tercatat mengalami kenaikan, sedangkan harga daging ayam ras dan cabai merah keriting menurun.
Berdasarkan pantauan harga rata-rata Jawa Timur yang bersumber dari Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo), harga beras premium berada di angka Rp15.178 per kilogram. Sementara beras medium tercatat Rp13.005 per kilogram.
Untuk gula pasir, harga gula kristal putih mencapai Rp17.270 per kilogram. Adapun minyak goreng curah berada di level Rp20.589 per kilogram, minyak goreng kemasan premium Rp22.320 per liter, minyak goreng kemasan sederhana Rp19.075 per liter, dan Minyakita Rp16.218 per liter.
Pada komoditas protein hewani, harga daging ayam ras tercatat Rp38.892 per kilogram. Harga tersebut turun Rp129 atau 0,33 persen dibandingkan pemantauan sebelumnya.
Sementara itu, harga telur ayam ras berada di angka Rp25.039 per kilogram. Komoditas ini mengalami kenaikan Rp136 atau 0,54 persen.
Untuk kebutuhan bumbu dapur, harga cabai merah keriting tercatat Rp34.239 per kilogram. Harga tersebut turun Rp819 atau 2,34 persen. Adapun cabai rawit merah berada di level Rp61.544 per kilogram.
Harga bawang merah tercatat Rp26.556 per kilogram, naik Rp282 atau 1,07 persen. Sedangkan bawang putih berada di angka Rp29.434 per kilogram, meningkat Rp221 atau 0,76 persen.
Pergerakan harga juga terlihat pada komoditas daging lainnya. Harga daging sapi paha belakang tercatat Rp130.266 per kilogram, turun Rp1.112 atau 0,85 persen. Sementara daging ayam kampung berada di angka Rp68.506 per kilogram.
Dari pantauan tersebut, minyak goreng kemasan premium menjadi salah satu komoditas yang mengalami kenaikan cukup besar, yakni Rp346 atau 1,57 persen. Minyak goreng kemasan sederhana naik Rp241 atau 1,28 persen, sedangkan minyak goreng curah meningkat Rp134 atau 0,66 persen.
Harga bahan pokok dapat berbeda antara satu pasar dan pasar lainnya. Perbedaan tersebut dipengaruhi oleh pasokan, permintaan, biaya distribusi, serta kondisi perdagangan di masing-masing wilayah.
Bagi masyarakat Surabaya, pemantauan harga harian tetap penting dilakukan karena perubahan kecil pada sejumlah komoditas dapat memengaruhi pengeluaran belanja rumah tangga.
sumber: beritajatim.com
