SMARTSURABAYA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Kota Surabaya resmi membuka pendaftaran Lomba Paduan Suara Antar Gereja se-Jawa Timur untuk memperebutkan Piala Wali Kota Surabaya 2026.
Kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya Pemkot Surabaya dalam memperkuat nilai toleransi, kebersamaan, serta semangat kebangsaan melalui seni musik dan budaya di tengah keberagaman masyarakat.
Kepala Bakesbangpol Surabaya, Tundjung Iswandaru, menjelaskan bahwa lomba ini terbuka bagi seluruh jemaat gereja di wilayah Jawa Timur dengan ketentuan peserta minimal berusia 16 tahun. Menurutnya, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang kompetisi seni, tetapi juga wadah untuk mempererat hubungan sosial antarumat beragama melalui harmoni musik paduan suara.
“Melalui lomba ini kami ingin menghadirkan ruang kebersamaan dan mempererat persaudaraan antarumat beragama melalui seni paduan suara. Surabaya sebagai kota toleran ingin terus merawat semangat kebhinekaan itu,” kata Tundjung.
Pendaftaran lomba telah dibuka sejak 1 Mei dan akan berlangsung hingga 31 Juli 2026 secara daring. Setelah masa pendaftaran ditutup, panitia akan menggelar technical meeting melalui aplikasi Zoom pada 1 Agustus 2026 guna memberikan penjelasan teknis terkait pelaksanaan lomba kepada seluruh peserta.
Pada tahap penyisihan, setiap peserta diwajibkan mengirimkan video penampilan dengan membawakan lagu wajib “Negeriku” karya Chrisye selama periode 2 hingga 31 Agustus 2026. Video tersebut nantinya akan melalui proses penilaian dan seleksi oleh dewan juri untuk menentukan peserta terbaik yang berhak melaju ke babak final.
Pengumuman finalis dijadwalkan berlangsung pada 1 hingga 3 September 2026. Babak final akan diselenggarakan secara langsung pada Sabtu, 17 Oktober 2026 di Balai Budaya Balai Pemuda. Dalam tahap akhir tersebut, para finalis akan tampil di hadapan dewan juri dengan membawakan dua jenis lagu, yakni lagu wajib dan satu lagu rohani pilihan bebas.
Tundjung menambahkan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya membangun karakter kebangsaan dan memperkuat rasa persatuan di tengah masyarakat Jawa Timur yang memiliki latar belakang budaya dan agama yang beragam. Melalui kegiatan seni yang positif, Pemkot Surabaya ingin menanamkan nilai gotong royong, toleransi, dan cinta Tanah Air kepada masyarakat.
“Semangat gotong royong, kebersamaan, dan cinta Tanah Air ingin kami gaungkan melalui kegiatan positif seperti ini,” ujarnya.
Dalam pelaksanaan lomba tersebut, panitia juga telah menyiapkan berbagai bentuk penghargaan bagi para peserta terbaik. Hadiah yang disediakan meliputi trofi, piagam penghargaan, hingga uang pembinaan. Tidak hanya untuk juara utama, panitia juga menyediakan penghargaan bagi juara harapan serta sejumlah hadiah hiburan untuk peserta lainnya.
Masyarakat yang ingin mengikuti kompetisi ini dapat mengakses formulir pendaftaran beserta tata cara lomba melalui tautan bit.ly/lombapadusgereja2026. Selain itu, informasi lebih lanjut terkait pelaksanaan kegiatan juga dapat diperoleh dengan menghubungi panitia melalui nomor 085645107559 atau 082231137763.
“Kami mengajak seluruh jemaat gereja di Jawa Timur untuk ikut berpartisipasi dan menjadikan lomba ini sebagai wadah mempererat persaudaraan, menyalurkan kreativitas, sekaligus menumbuhkan semangat kebangsaan melalui harmoni paduan suara,” pungkasnya.
Melalui penyelenggaraan lomba paduan suara antar gereja ini, Pemkot Surabaya berharap tercipta ruang interaksi yang positif antarumat beragama sekaligus memperkuat semangat persatuan dan toleransi di tengah masyarakat.
Kegiatan tersebut juga menjadi bukti bahwa seni dan budaya dapat menjadi media pemersatu yang mampu menghadirkan harmoni serta mempererat rasa kebersamaan di tengah keberagaman masyarakat Jawa Timur.
Sumber: Surabaya.go.id
