SMARTSURABAYA.COM – Komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya dalam menghadirkan ruang publik yang aman, nyaman, dan ramah bagi anak-anak terus mendapat apresiasi dari masyarakat.
Melalui program sertifikasi Ruang Bermain Ramah Anak (RBRA), sejumlah taman di Kota Surabaya kini tidak hanya difungsikan sebagai tempat rekreasi, tetapi juga menjadi sarana edukasi, interaksi sosial, serta ruang tumbuh kembang anak yang telah memenuhi standar nasional.
Hingga tahun 2026, sebanyak empat taman besar di Surabaya telah resmi memperoleh sertifikasi RBRA dari Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak. Keempat taman tersebut meliputi Taman Flora dan Taman Cahaya yang menerima anugerah pada 2025, serta Taman Bungkul dan Taman Sejarah yang meraih penghargaan serupa pada 2026.
Keberadaan taman ramah anak tersebut dirasakan langsung manfaatnya oleh masyarakat, termasuk kalangan pelajar dan tenaga pendidik. Raisya dan Merci, siswi SDN Ngagel Rejo 3, mengaku kerap mengunjungi Taman Flora untuk bermain sekaligus belajar bersama teman-temannya di luar suasana kelas.
“Di sini nyaman banget dan sejuk. Kami sering diajak sekolah belajar sambil bermain. Mainan favorit kami ayunan. Terima kasih Pemkot Surabaya sudah menyediakan fasilitas taman yang lengkap, semoga terus terjaga,” ujar Raisya.
Hal serupa juga disampaikan Ikrimatul Jatul Ulya, seorang guru dari RA Insan Mulya di kawasan Kupang Segunting. Menurutnya, kualitas taman di Surabaya sangat mendukung kegiatan outing class karena lingkungannya bersih, asri, dan aman bagi anak-anak.
“Tempatnya asri dan bersih, anak-anak bisa berkegiatan di mana saja dengan aman. Harapannya fasilitas bisa terus ditambah dan kebersihan tetap menjadi prioritas utama,” ungkap Ikrimatul saat mendampingi muridnya memberi makan rusa di Taman Flora.
Daya tarik taman di Surabaya juga dirasakan oleh masyarakat dari luar daerah. Putri Windawati, seorang ibu rumah tangga asal Sidoarjo, mengaku memilih Taman Bungkul sebagai lokasi rekreasi keluarga karena fasilitasnya dinilai lengkap dan nyaman untuk anak-anak. “Fasilitasnya lengkap, ada toilet yang bersih, parkir luas, dan permainannya sangat banyak,” ungkapnya.
Sementara itu, Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya menegaskan bahwa sertifikasi RBRA bukan sekadar penghargaan administratif, melainkan bentuk komitmen dalam meningkatkan kualitas pelayanan ruang publik bagi masyarakat.
Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Pengelolaan Keanekaragaman Hayati DLH Kota Surabaya, Pramudita Yustiani, menjelaskan bahwa proses penilaian RBRA dilakukan secara detail dengan memperhatikan berbagai aspek penting, mulai dari keamanan fasilitas hingga aksesibilitas bagi seluruh kalangan.
“Mainan harus aman, jarak antar mainan tidak boleh berhimpitan, tidak boleh ada tanaman yang berduri atau membahayakan. Kami juga menyediakan ruang laktasi, akses disabilitas, hingga CCTV. Kami ingin kualitas taman kami mendapat ‘Akreditasi A’ agar warga merasa puas dan aman,” jelas Pramudita.
Ia menambahkan bahwa fokus pengembangan taman saat ini diarahkan pada pemenuhan standar RBRA secara menyeluruh, meskipun beberapa lokasi masih menghadapi keterbatasan lahan, seperti di kawasan Taman Lansia.
Untuk menjaga kualitas dan mempertahankan status RBRA, Pemkot Surabaya melakukan pengawasan rutin melalui Tim Dekorasi Kota yang bertugas memantau kondisi fasilitas taman setiap hari. Jika ditemukan kerusakan, perbaikan akan segera dilakukan agar fasilitas tetap aman dan nyaman digunakan masyarakat.
Selain itu, pemeliharaan taman juga melibatkan kerja sama antar perangkat daerah, seperti Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan Kota Surabaya, serta dukungan sektor swasta melalui program Corporate Social Responsibility (CSR).
Karena itu, Pemkot Surabaya turut mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga fasilitas publik yang telah tersedia agar tetap terawat dan dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang.
“Taman ini untuk kegiatan sosial dan edukasi. Kami berharap warga ikut menjaga, karena tidak mungkin kami mengawasi 24 jam penuh. Ayo kita jaga bareng-bareng agar anak-anak Surabaya selalu punya tempat yang nyaman untuk tumbuh dan berkembang,” pungkasnya.
Melalui pengembangan taman ramah anak yang terstandarisasi, Pemkot Surabaya menunjukkan komitmennya dalam menciptakan ruang publik yang tidak hanya indah dan nyaman, tetapi juga aman, edukatif, dan inklusif bagi seluruh masyarakat.
Kehadiran taman-taman tersebut diharapkan dapat menjadi sarana tumbuh kembang anak sekaligus memperkuat kualitas hidup warga di tengah lingkungan perkotaan yang semakin modern.
Sumber: Surabaya.go.id
