SMARTSURABAYA.COM – Kepengurusan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Kota Surabaya periode 2024–2029 resmi dilantik dalam sebuah seremoni yang berlangsung di halaman Balai Kota Surabaya atau Taman Surya pada Minggu (17/5/2026) malam.
Dalam prosesi tersebut, Ali Affandi La Nyalla Mahmud Mattalitti secara resmi menerima amanah sebagai Ketua Kadin Kota Surabaya untuk memimpin organisasi para pelaku usaha itu selama lima tahun ke depan.
Pelantikan kepengurusan baru Kadin Surabaya turut dihadiri sejumlah tokoh penting, di antaranya Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang diwakili oleh Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Kota Surabaya, Syamsul Hariadi.
Selain itu, hadir pula Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI La Nyalla Mahmud Mattalitti serta Ketua DPRD Kota Surabaya Syaifuddin Zuhri. Kehadiran para pejabat dan tokoh tersebut menunjukkan dukungan terhadap penguatan peran Kadin dalam pembangunan ekonomi daerah.
Berbeda dengan pelantikan pada umumnya yang digelar di dalam gedung, agenda kali ini dilaksanakan di ruang terbuka dan dikemas lebih dekat dengan masyarakat. Suasana acara semakin semarak dengan adanya pesta rakyat serta gebyar pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang ikut meramaikan kawasan Taman Surya.
Konsep tersebut dipilih sebagai simbol bahwa dunia usaha tidak terpisah dari masyarakat, melainkan harus tumbuh bersama warga dan pelaku ekonomi kecil.
Tidak hanya berfokus pada sektor ekonomi dan usaha, Kadin Surabaya juga menunjukkan kepedulian terhadap isu lingkungan hidup. Dalam kesempatan itu, dilakukan penyerahan simbolis sebanyak 733 bibit pohon mahoni dari Kadin Surabaya kepada Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.
Penyerahan bibit pohon tersebut menjadi bentuk dukungan terhadap program penghijauan dan upaya menjaga kelestarian lingkungan di Kota Pahlawan.
Dalam sambutannya, Asisten II Kota Surabaya, Syamsul Hariadi, menyampaikan apresiasi atas langkah cepat Kadin Surabaya yang dinilai langsung bergerak aktif merangkul para pelaku UMKM. Menurutnya, sinergi antara pemerintah daerah dan organisasi pengusaha sangat penting untuk memperkuat perekonomian kota.
“Surabaya ini adalah kota jasa dan perdagangan di mana roda utamanya adalah pergerakan ekonomi. Kehadiran Kadin sebagai wadah para pengusaha memiliki peran strategis sebagai mitra pemerintah,” ujar Syamsul.
Syamsul menegaskan bahwa Pemerintah Kota Surabaya siap menjalin kolaborasi dan sinergi bersama Kadin Surabaya hingga akhir masa kepengurusan pada tahun 2029. Ia juga menyampaikan sejumlah tantangan dan tugas besar yang harus dipersiapkan sejak sekarang, salah satunya menyambut pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur yang akan datang.
“Tahun depan kita ada Porprov yang dihadiri oleh seluruh kota di Jawa Timur. Di sini nanti peran Kadin untuk meningkatkan dan melatik UMKM sangat kita butuhkan. Jika Kadinnya kuat, maka UMKM-nya akan hebat, sehingga ekonomi Surabaya bisa tumbuh melesat,” imbuhnya.
Sementara itu, Ketua Kadin Surabaya yang baru dilantik, Ali Affandi La Nyalla Mahmud Mattalitti, menjelaskan bahwa pemilihan Taman Surya sebagai lokasi pelantikan memiliki nilai historis dan filosofi tersendiri.
Menurutnya, kawasan tersebut merepresentasikan keterbukaan, kebersamaan, serta semangat kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat demi menciptakan pertumbuhan ekonomi yang merata.
“Kadin tidak boleh hanya hadir di ruang rapat, Kadin harus hadir di tengah masyarakat. Senior kami mengajarkan nilai yang sederhana tapi bermakna. Tabah, Jujur, dan Setia. Tabah menghadapi tantangan zaman, jujur menjaga amanah, dan setia pada perjuangan ekonomi bangsa,” tegas pria yang akrab disapa Andi tersebut.
Andi juga mengungkapkan bahwa meskipun baru dilantik secara resmi, kepengurusan Kadin Surabaya sebenarnya telah aktif bergerak selama kurang lebih satu setengah tahun terakhir. Dalam periode tersebut, pihaknya mengklaim telah menjalankan lebih dari 139 agenda kerja yang berfokus pada penguatan dunia usaha dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Ke depan, Kadin Surabaya akan memprioritaskan sejumlah program strategis untuk memperkuat daya saing ekonomi daerah. Program tersebut meliputi pembukaan jejaring pasar global, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), aktivasi serta pelatihan UMKM, hingga persiapan menyambut Porprov 2027.
Dalam pelaksanaannya, Kadin Surabaya akan berkolaborasi dengan KONI Surabaya guna mendorong pertumbuhan ekonomi kreatif sekaligus memastikan dampak ekonomi dari ajang olahraga tersebut dapat dirasakan langsung oleh pedagang kecil dan pelaku usaha lokal.
“Tentunya dalam hal ini, kami akan banyak berkolaborasi dengan Pemkot Surabaya. Seperti kolaborasi dengan klinik investasi DPMPTSP untuk memberikan kurasi produk, pelatihan naik kelas, hingga pengurusan NIB dan sertifikasi halal gratis,” imbuhnya.
Andi menambahkan bahwa tantangan dunia usaha ke depan tidak akan mudah, terutama dengan adanya disrupsi teknologi, persaingan global, hingga ketegangan geopolitik internasional yang dapat memengaruhi stabilitas ekonomi.
Meski demikian, ia optimistis semangat gotong royong yang selama ini menjadi ciri khas warga Surabaya mampu menjadi kekuatan utama dalam membangun ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.
“Hari ini kita diingatkan tentang sebuah amanah besar. Jabatan bukan tentang kehormatan pribadi, melainkan tanggung jawab bekerja lebih keras. Kami memohon dukungan, doa, dan kolaborasi dari semua pihak karena Kadin tidak bisa berjalan sendirian,” pungkasnya.
Melalui kepengurusan baru ini, Kadin Surabaya diharapkan mampu menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah sekaligus memperkuat kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat.
Dengan berbagai program strategis yang telah disiapkan, Kadin Surabaya menargetkan terciptanya ekosistem ekonomi yang lebih inklusif, kompetitif, dan mampu memberikan dampak nyata bagi kesejahteraan masyarakat Kota Surabaya.
Sumber: Surabaya.go.id
