SMARTSURABAYA.COM – Pemerintah Kabupaten Lumajang, Jawa Timur, menetapkan status tanggap darurat bencana kekeringan selama 90 hari, mulai Selasa (14/7/2026) hingga 7 Oktober 2026.
Penetapan tersebut tertuang dalam Keputusan Bupati Lumajang Nomor 100.3.3.2/282/KEP/427.12/2026.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lumajang Isnugroho mengatakan, pihaknya telah mulai mendistribusikan air bersih ke sejumlah desa yang terdampak kekeringan.
“Sejak kemarin sudah dimulai distribusi air di 15 titik yang ada di Desa Jenggrong, Kecamatan Ranuyoso, nanti akan terus bertahap ke titik-titik lain,” kata Isnugroho di Lumajang, Rabu (15/7/2026).
Enam Kecamatan Rawan Kekeringan
Pemerintah Kabupaten Lumajang memetakan enam kecamatan yang rawan mengalami kekeringan dan krisis air bersih, yakni Ranuyoso, Klakah, Kedungjajang, Gucialit, Padang, dan Senduro.
Menurut Isnugroho, Kecamatan Ranuyoso dan Gucialit menjadi prioritas penanganan karena dalam lima musim kemarau terakhir selalu mengalami kebutuhan distribusi air bersih paling tinggi.
“Ada beberapa kecamatan yang selama ini selalu mengalami kekurangan air bersih, ini kita akan mitigasi agar kebutuhan airnya cukup melalui tangki-tangki yang kita punya,” ujarnya.
Seluruh Kecamatan Rawan Karhutla
Selain ancaman kekeringan, Pemkab Lumajang juga menetapkan seluruh 21 kecamatan sebagai wilayah rawan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Sejak awal Juli 2026, BPBD mencatat telah terjadi tiga kebakaran lahan tebu, dua kebakaran rumah warga, serta satu kebakaran hutan dengan luas mencapai sekitar dua hektare.
Isnugroho mengatakan BPBD telah menyiagakan personel di pos komando untuk mengantisipasi potensi kebakaran selama musim kemarau.
BPBD mengimbau masyarakat segera melaporkan apabila menemukan potensi kekeringan maupun kebakaran di wilayahnya.
Laporan dapat disampaikan kepada pemerintah desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas, maupun langsung kepada BPBD.
“Warga dapat melapor kepada kepala desa, Babinsa, Bhabinkamtibmas maupun langsung kepada BPBD. Setelah laporan diterima, kami segera melakukan asesmen untuk menentukan langkah penanganan sesuai kondisi di lapangan,” kata Isnugroho.
Sumber: kompas.com
