SMARTSURABAYA.COM – BMKG Stasiun Meteorologi Maritim Kelas II Tanjung Perak Surabaya menyebut, sejumlah wilayah pesisir Kota Pahlawan diperkirakan terendam banjir rob hingga 17 Juli 2026 mendatang.
Koordinator BMKG I Stasiun Meteorologi Maritim Kelas II Tanjung Perak Surabaya, Sutarno mengatakan, kawasan banjir di Jalan Kalimas dan Kalianak mencapai 15 sampai 29 sentimeter.
“Yang terdampak banjir rob kawasan Kalianak dan Jalan Kalimas Surabaya,” kata Sutarno, ketika dikonfirmasi, Rabu (15/7/2026).
Sutarno menyebut, banjir rob itu disebabkan siklus astronomi bulanan ekstrem.
Hal itu karena posisi bumi, bulan dan matahari berada di kondisi yang bisa memicu pasang air laut maksimum.
“Pasang air laut maksimum yang terjadi saat ini merupakan siklus bulanan posisi bulan di mana saat ini fase bulan baru atau new moon,” ucapnya.
Oleh karena itu, BMKG mengimbau warga di garis pantai untuk waspada dengan kenaikan volume air laut, yang diprediksi bisa mencapai 120 sampai 160 sentimeter di atas permukaan laut.
Sedangkan, puncak kenaikan air laut diperkirakan terjadi setiap hari, sekitar pukul 09.00 WIB sampai 12.00 WIB.
Fenomena itu berdampak pada petani garam, perikanan hingga bongkar muat pelabuhan.
“Fenomena ini berdampak munculnya genangan air setinggi 10 hingga 40 sentimeter di daratan, yang mengganggu transportasi di sekitar pelabuhan dan pesisir,” ujarnya.
Selain itu, kata Sutarno, banjir rob bisa menyebabkan kerusakan fisik dan infrastruktur. Sebab air asin telah merendam bangunan rumah, kendaraan, dan jalanan.
“Banjir rob juga mencemari sumber air tawar, warga kesulitan mendapatkan air bersih. Abrasi yang semakin parah mengikis lahan pesisir dan dapat merusak ekosistem hutan mangrove,” jelasnya.
Sedangkan, lanjut dia, BMKG telah memetakan sejumlah wilayah di Surabaya yang dilanda banjir rob. Yakni meliputi, wilayah utara, barat hingga pesisir Kenjeran serta Sukolilo.
“Wilayah pesisir yang berpotensi terdampak juga di wilayah barat Surabaya, termasuk daerah penyangga seperti Gresik, Lamongan dan Tuban juga harus waspada,” tutupnya.
Sumber: kompas.com
