SMARTSURABAYA.COM – Kebakaran mobil terjadi di basement apartemen Trilium di Jalan Embong Kenongo, Kota Surabaya. Akibatnya, asap tebal yang mengepul keluar sempat membuat panik para penghuni.
Peristiwa kebakaran itu terjadi sekitar pukul 16.30 WIB. Para pekerja maupun penghuni apartemen yang mendapati alarm tanda kebakaran berbunyi berhamburan keluar dari gedung tersebut.
Petugas Damkar Surabaya dengan alat pelindung lengkap yang datang ke lokasi untuk melakukan pemadaman sudah turun ke basement. Ada 5 mobil PMK yang diterjunkan ke lokasi.
“Kami mau memadamkan sudah banyak asapnya di bawah. Memang mobil listrik, 2 lantai di bawah lantai dasar,” kata Wibowo, salah satu security apartemen, Sabtu (25/7/2026).
Wibowo mengatakan, ketika kebakaran terjadi posisi mobil tersebut tidak menyala. Petugas keamanan apartemen sudah sempat mencoba memadamkan dengan hydrant. Namun, asap terlalu pekat menyulitkan mereka.
“Kami coba turun tapi karena asap sudah pekat akhirnya nggak bisa masuk. Akhirnya minta bantuan pemadam,” ujar Wibowo.
Insiden tersebut sempat membuat kepanikan massal. Para pekerja kantor hingga penghuni yang berada di dalam unit langsung berhamburan keluar mencari jalan evakuasi.
Asap pekat yang terus membubung tinggi hingga ke area luar membuat suasana makin menegangkan.
“Tidak ada bunyi alarm, tapi tadi ada pengumuman soal kebakaran. Saya sendiri juga panik,” ujar salah satu pengunjung di gedung apartemen tersebut saat mengudara di Radio Suara Surabaya.
Petugas Damkar Surabaya, Ardian membenarkan ada mobil yang terbakar. Namun ia meluruskan bahwa yang terbakar bukan mobil listrik, melainkan tipe tipe Low Cost Green Car (LCGC) warna putih.
“Bukan listrik, kalau listrik enggak bisa dipadamkan pakai air,” kata Ardian di lokasi.
Ardian mengatakan, api pokok memang sudah padam. Namun, sampai pukul 18.45 WIB masih dilakukan pembasahan di basement, karena suhu yang masih sangat panas.
Di lokasi kebakaran terdapat sekitar 15 unit mobil pemadam. Pembasahan terus dilakukan sampai suhu normal sekitar 29-30⁰C.
“Masih 33 derajat, normalnya harusnya 29-30 derajat,” ujarnya.
Mobil pemadam dan petugas ditambah. Petugas damkar turun ke basement lengkap menggunakan bantuan tabung oksigen untuk melakukan pembasahan dengan jarak pandang minim.
“Jarak pandang hanya 1 meter. Tapi sekarang sudah dibantu exhaust fan juga,” pungkasnya.
Sumber: detikjatim
