SMARTSURABAYA.COM– Harga ayam potong dan sejumlah kebutuhan pokok di sejumlah pasar tradisional Kota Malang, Jawa Timur, naik dalam sepekan terakhir.
Sejumlah pedagang menilai kenaikan harga terjadi seiring dimulainya kembali Program Makan Bergizi Gratis (MBG) bersamaan dengan masuknya tahun ajaran baru 2026/2027.
“Sekolah masuk, MBG berjalan ini naik semua harga-harga kebutuhan. Tidak hanya ayam, daging sapi, sayur mayur, cabai semua naik,” ujar pedagang ayam potong di Pasar Klojen, Diana, kepada Kompas.com, Jumat (17/7/2026).
Harga Ayam Naik Rp 6.000 per Kilogram
Diana mengatakan, harga ayam potong yang sebelumnya berada di kisaran Rp 26.000 per kilogram kini naik menjadi Rp 32.000 per kilogram.
Meski harga jual meningkat, kondisi tersebut tidak diikuti kenaikan omzet. Menurut dia, jumlah pembeli justru menurun sehingga dagangan masih banyak tersisa hingga menjelang siang.
“Semenjak semua naik, pasar pasti sepi. Ketambahan lagi barengan dengan kebutuhan anak sekolah, itu juga makin memperparah,” katanya.
Ia mengaku membawa sekitar 30 ekor ayam potong untuk dijual pada Jumat pagi. Namun hingga hampir pukul 11.00 WIB, hampir separuh dagangannya belum terjual.
“Hari ini bawa 30 ekor, masih segini banyak, hampir separuh. Padahal biasanya jam segini sudah habis,” ujarnya.
Sementara itu, harga ayam kampung relatif stabil di kisaran Rp 35.000 per ekor dengan bobot rata-rata sekitar 700 gram.
“Kalau ayam kampung harganya stabil, enggak terlalu naik atau turun tajam,” tutur Diana.
Sayuran dan Cabai Ikut Naik
Berdasarkan pantauan di Pasar Klojen, kenaikan harga juga terjadi pada sejumlah komoditas sayuran.
Harga mentimun naik dari Rp 6.000 menjadi Rp 13.000 per kilogram. Sementara harga kacang panjang meningkat dari Rp 8.000 menjadi Rp 14.000 per kilogram.
Komoditas cabai juga mengalami kenaikan. Harga cabai rawit naik dari Rp 28.000 menjadi Rp 40.000 per kilogram, sedangkan cabai merah besar meningkat dari Rp 25.000 menjadi Rp 40.000 per kilogram.
Hingga kini belum ada keterangan resmi dari instansi terkait mengenai penyebab kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok tersebut.
Namun, para pedagang menduga meningkatnya permintaan setelah dimulainya kembali Program Makan Bergizi Gratis turut memengaruhi harga di tingkat pasar.
Sumber: kompas.com
