SMARTSURABAYA.COM – Sektor pertanian tebu di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur capaian panen tebu bakal mencapai 200 ton perhari pada musim giling.
Kelompok petani tebu berharap negara tetap menjaga kestabilan harga pasar gula domestik melalui kebijakan pembatasan impor gula secara ketat.
Pernyataan sekaligus harapan petani tersebut disampaikan pada kegiatan Panen Raya Tebu yang digelar secara serentak di seluruh Indonesia, termasuk di dua titik strategis di Desa Rejoso Kidul dan Desa Kedungbako, Kecamatan Rejoso, Kabupaten Pasuruan, Jumat (17/7/2026).
Bersamaan agenda Presiden Republik Indonesia, Jenderal (Purn) Prabowo Subianto, dari Kabupaten Malang melalui sambungan konferensi video (video conference), Ketua Asosiasi Petani Tebu Rakyat (APTR) Kabupaten Pasuruan, Cholid Mawardi mengatakan kualitas tebu di wilayah Kabupaten Pasuruan saat ini berada di angka rendemen rata-rata mencapai 7.
“Alhamdulillah, kondisi tebu bagus sekarang. Mudah-mudahan sampai akhir masa giling, prosesnya betul-betul sesuai dengan harapan,” tutur Cholid.
Cholid merinci bahwa proses penggilingan di pabrik gula direncanakan akan berlangsung selama 130 hingga 150 hari ke depan. Pabrik Gula (PG) Kedawoeng manargetkan mampu memproduksi kurang lebih 200 ton gula kristal setiap harinya gula milik petani.
“Secara ekonomi, perputaran uang di Kabupaten Pasuruan diperkirakan menembus angka lebih dari Rp 3 miliar per hari sepanjang musim giling tersebut”, terangnya.
Terkait aspek kesejahteraan petani, saat ini terdapat sekitar 150 hingga 200 orang yang mengelola lahan tebu di wilayah tersebut. Guna mendongkrak volume produksi secara nasional, pihak pengelola bersama asosiasi berharap adanya dukungan pemerintah untuk perluasan lahan tebu hingga mencapai target 3 juta hektar.
“Untuk itu, kami berharap peran aktif negara dalam menjaga kestabilan harga pasar gula domestik melalui kebijakan pembatasan impor gula secara ketat, ini bagian melindungi gula dalam negeri,” harapnya.
Seperti diketahui, Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa swasembada pangan, termasuk komoditas gula, merupakan bagian dari strategi besar untuk mewujudkan kemandirian bangsa.
Ia mengajak seluruh elemen, mulai dari pemerintah, TNI-Polri, dunia usaha, hingga para petani untuk berkolaborasi meningkatkan produktivitas guna memenuhi kebutuhan nasional dari kekuatan sendiri.
Di Kabupaten Pasuruan, kegiatan panen raya juga dilakukan menjadi bukti penguatan industri gula nasional.
Komandan Lanud Muljono, Kolonel Pnb Ahmad Mulyono bersama unsur TNI-Polri, pemerintah daerah, Asosiasi Petani Tebu Rakyat Indonesia (APTRI), manajemen Pabrik Gula (PG) Kedawoeng, serta para pelaku usaha setempat secara simbolis melakukan pemotongan tebu.
“Panen raya ini menjadi bukti kolaborasi seluruh komponen bangsa mampu memberikan hasil nyata dalam meningkatkan produksi gula nasional. Kami siap terus mendukung berbagai program ketahanan pangan nasional sebagai bagian dari kontribusi TNI AU bagi kesejahteraan masyarakat,” terang Kolonel Pnb Ahmad Mulyono.
Sumber: kompas.com
