SMARTSURABAYA.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, mengisi lima sumur warga yang mengering akibat kekeringan di dua desa di Kecamatan Pasongsongan.
Langkah ini dilakukan untuk menjaga ketersediaan air bersih bagi warga selama musim kemarau.
Lima sumur tersebut berada di Desa Montorna dan Desa Prancak. Kedua desa itu merupakan wilayah yang hampir setiap tahun mengalami kekeringan saat musim kemarau sehingga membutuhkan pasokan air bersih dari BPBD.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sumenep Akhmad Taufik mengatakan, pengisian sumur dilakukan karena warga tidak memiliki tempat penampungan yang mampu menampung satu tangki air berkapasitas sekitar 6.000 liter.
“Lima sumur warga kami isi air karena kondisinya sudah kering. Air dari mobil tangki dimasukkan ke sumur, kemudian warga menyedotnya ke rumah masing-masing,” kata Taufik di Sumenep, Kamis (6/8/2026).
Selain mengisi sumur, BPBD juga menyalurkan air bersih langsung kepada warga serta memenuhi kebutuhan air di sejumlah fasilitas umum, seperti musala, masjid, dan sekolah, terutama di Desa Montorna.
Hingga kini, BPBD telah melakukan dropping air sebanyak tujuh kali ke Desa Montorna dan dua kali ke Desa Prancak. Distribusi dilakukan menyesuaikan kebutuhan masyarakat di wilayah terdampak.
“Desa Montorna sudah tujuh kali menerima dropping air, sedangkan Desa Prancak dua kali. Kedua desa ini memang hampir setiap tahun mengalami kekeringan kritis saat musim kemarau,” tambahnya.
Taufik menjelaskan, seluruh distribusi air bersih dilakukan setelah BPBD menerima laporan dari masyarakat melalui layanan Call Center 112. Setiap laporan terlebih dahulu diverifikasi sebelum mobil tangki diberangkatkan ke lokasi.
“Dropping air dilakukan berdasarkan permintaan yang masuk melalui Call Center 112. Setelah laporan diterima dan diverifikasi, kami langsung mengirim bantuan ke lokasi,” ujar Taufik.
Menurut Taufik, BPBD terus memantau potensi kekeringan di wilayah lain di Kabupaten Sumenep. Warga diminta segera melapor apabila mengalami kesulitan memperoleh air bersih agar bantuan dapat segera disalurkan selama musim kemarau berlangsung.
Sebelumnya, tiga desa di Kabupaten Sumenep mulai terdampak kekeringan akibat musim kemarau.
Sekretaris BPBD Kabupaten Sumenep Abd. Kadir mengatakan, dua desa berstatus kering kritis, yakni Desa Prancak dan Desa Montorna di Kecamatan Pasongsongan, karena sumber airnya telah habis.
Sementara itu, Desa Kombang, Kecamatan Talango, masuk kategori kering langka akibat debit air yang mulai menipis.
Sumber: kompas.com
