SMARTSURABAYA.COM – Pemerintah Kota Mojokerto terus memperkuat validitas data kependudukan dan perlindungan sosial melalui optimalisasi Identitas Kependudukan Digital (IKD) dan Perlindungan Sosial (Perlinsos).
Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari di Kota Mojokerto, Selasa mengatakan upaya tersebut dilakukan untuk memastikan berbagai program pemerintah, mulai dari pendidikan, kesehatan, bantuan sosial hingga program perbaikan rumah, dapat diberikan secara tepat sasaran.
“Sekarang identitas kependudukan diarahkan dalam bentuk digital. Tujuannya jelas memudahkan masyarakat karena penyimpanannya tidak perlu membawa dokumen fisik, cukup menggunakan gadget. Yang kedua, data informasi kependudukan menjadi jauh lebih valid dan bisa dipertanggungjawabkan,” kata Ika Puspitasai, Selasa.
Dia mengemukakan hal tersebut di sela kegiatan evaluasi IKD dan Perlinsos bertema Optimalisasi Data IKD dan Perlinsos untuk Mewujudkan Kesejahteraan Masyarakat di Kelurahan Prajuritkulon.
Ia mengatakan validitas data sangat penting untuk mendukung berbagai program pemerintah, mulai dari kesehatan, pendidikan hingga sosial.
Menurutnya, sekitar 40 persen dari 142 ribu penduduk Kota Mojokerto menjadi sasaran bantuan sosial, baik dari APBN maupun APBD, data yang akurat diperlukan agar bantuan tepat sasaran
“Untuk itu, pemerintah telah menggulirkan digitalisasi Perlindungan Sosial (Perlinsos) yang terintegrasi dengan IKD sebagai upaya menertibkan data dan meningkatkan ketepatan penerima bantuan sosial,” katanya.
Ia mengatakan, melalui kolaborasi antara pemerintah mulai dari kelurahan dan masyarakat hingga tingkat RT dan RW, Pemkot Mojokerto berharap capaian IKD dan Perlinsos dapat terus meningkat.
“Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menghadirkan pelayanan publik yang semakin efektif sekaligus memastikan manfaat program pemerintah benar-benar dirasakan masyarakat dengan tepat sasaran,” katanya.
Sumber: antarajatim
