SMARTSURABAYA.COM – Warga Desa Kertagena Laok, Kecamatan Kadur, Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur masih kesulitan mendapatkan air bersih.
Satu sumur yang masih menyimpan air jadi rebutan warga dari tiga dusun. Mereka harus jalan jauh, itu pun masih antre setelah tiba di lokasi.
Pak Sri (55), warga setempat mengaku harus menempuh jalan kaki sepanjang 5 kilometer untuk menuju sumur di Dusun Tlandung 1.
“Sekitar lima kilo dari rumah saya ke sini. Karena di tempat lain sudah tidak ada air,” katanya, Sabtu (22/8/2026).
Sudah bergegas sebelum matahari terbit
Diceritakan, di dekat rumahnya ada sungai. Namun, sejak dua bulan terakhir sudah mengering sehingga semua warga hanya bisa mengambil air bersih di satu sumur.
Sebelum matahari terbit, sekitar pukul 05.00 WIB, Pak Sri sudah bergegas membawa timba dan jeriken. Air itu akan digunakannya untuk minum dan mandi, sebagian untuk memasak.
Tidak hanya berjalan kaki, tiba di lokasi pun warga masih antre. Bahkan antrean paling cepat dua jam.
“Saya tiba di lokasi sudah ramai warga. Kita menunggu giliran untuk menimba air sendiri lalu mengisi jeriken dan ember,” ungkapnya.
Pak Sri mengaku, tidak mudah membawa air menuju rumahnya. Bahkan, ia pun memilih istirahat di perjalanan.
Satu ember air dibuatnya cukup dalam sehari untuk keluarga. Bahkan, lebih untuk kebutuhan konsumsi. “Kalau mandi kita sudah kesulitan. Ya lebih untuk minum, masak dan wudhu,” ungkapnya.
Berharap dropping air bersih
Kesulitan itu ia rasakannya sejak dua bulan terakhir. Semua sumur lain sudah kering.
Alhasil, warga tiga dusun ramai-ramai mengambil air di satu sumur. Warga di Dusun Tlandung 2 dan Tlandung 3 berebut air di Dusun Tlandung 1.
“Sampai saat ini belum ada dropping air bersih. Semoga segera ada air bantuan ke dusun kami,” kata Sri.
Kepala Pelaksana (Kalaksa) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan Akhmad Dhofir Rosidi menyampaikan, pihaknya akan melakukan pengecekan dan akan berkoordinasi dengan pemerintah desa setempat.
“Nanti kita cek dan akan kita droping air bersih ke sana,” katanya.
Dikatakan, saat ini BPBD mulai melakukan dropping air bersih ke sejumlah kecamatan. Total, ada 8 armada yang diterjunkan setiap hari untuk mendistribusikan air bersih.
Sumber: kompas.com
