SMARTSURABAYA.COM – Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Blitar menggandeng Kejaksaan Negeri Blitar, Jawa Timur, mengedukasi kepada pelajar melalui program Immigration Goes to School sebagai upaya mencegah terjadinya tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
Kepala Kantor Imigrasi Kelas II Non-TPI Blitar Aditya Nursanto di Blitar, Kamis mengatakan edukasi sejak dini diperlukan agar pelajar mampu mengenali berbagai modus perekrutan ilegal yang berpotensi menyebabkan eksploitasi dan TPPO.
“Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan pemahaman kepada para pelajar bahwa keimigrasian bukan hanya tentang paspor, tetapi juga bagaimana masyarakat mendapatkan informasi yang benar, aman, dan terlindungi ketika akan melakukan perjalanan ke luar negeri,” katanya.
Ia mengatakan edukasi tersebut difokuskan pada pemahaman keimigrasian, prosedur perjalanan ke luar negeri yang aman, serta pencegahan eksploitasi Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan TPPO. Salah satu yang menjadi lokasi edukasi adalah SMAN 4 Kota Blitar.
Pihaknya menjelaskan masyarakat perlu memahami aturan dan prosedur keimigrasian sebelum melakukan perjalanan ke luar negeri, terutama apabila mendapatkan tawaran pekerjaan.
Menurut Aditya, tawaran pekerjaan dengan proses tidak resmi dapat menjadi pintu masuk berbagai bentuk eksploitasi terhadap calon PMI. Untuk itu, pelajar diharapkan tidak mudah tergiur tawaran pekerjaan yang menjanjikan penghasilan besar tanpa prosedur yang jelas.
“Kami berharap para siswa bisa menjadi generasi yang lebih sadar hukum, tidak mudah tergiur tawaran pekerjaan ilegal serta mampu mengenali berbagai modus yang mengarah pada eksploitasi maupun tindak pidana perdagangan orang,” ucapnya.
Ia juga mengatakan kolaborasi dengan Kejaksaan Negeri Blitar turut memperkuat materi kesadaran hukum bagi pelajar agar lebih waspada terhadap kejahatan lintas negara.
Selain memberikan edukasi, Kantor Imigrasi Blitar memperkenalkan Politeknik Imigrasi dan Pemasyarakatan (Poltekimipas) sebagai salah satu pilihan pendidikan kedinasan bagi siswa yang berminat berkarir di bidang keimigrasian dan pemasyarakatan.
Dalam kegiatan tersebut, Imigrasi Blitar juga memberikan bantuan perlengkapan sekolah berupa tas kepada siswa-siswi SMAN 4 Kota Blitar.
Aditya mengharapkan program Immigration Goes to School dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dan menjangkau lebih banyak sekolah sehingga terbentuk generasi muda yang cerdas, kritis, sadar hukum serta mampu melindungi diri dari ancaman kejahatan lintas negara.
Sumber: antarajatim
