SURABAYA, KOMPAS.com – Lima karyawan rumah makan Nasi Tempong Sri Dewi menjadi korban ledakan ruko di kawasan San Antonio, Pakuwon City, Surabaya, Jawa Timur, yang terjadi pada Selasa (6/10/2026). Kelima korban mengalami luka bakar dan harus mendapatkan perawatan di rumah sakit. Dua korban dirawat di RSUD Haji, sedangkan tiga korban lainnya menjalani perawatan di RSUD Dr. Soetomo Surabaya.
Berikut kondisi terkini kelima korban ledakan tersebut.
2 Korban Masih Dirawat di ICU RSUD Haji Dua korban yang dirawat di RSUD Haji mengalami luka bakar pada bagian wajah hingga leher. Keduanya juga sempat mengalami trauma inhalasi yang menyebabkan penyempitan saluran pernapasan.
Ketua Tim Subsubstansi Hukum dan Humas RSUD Haji, Masrur, mengatakan, pada Selasa sekitar pukul 15.00 WIB, dua dari lima korban menjalani operasi debridement untuk membersihkan luka bakar. “Jadi memang dua orang yang dirawat disini kemarin yang sudah menjalani operasi yang namanya debridement. Yakni untuk membersihkan luka bakar dari kulit yang terbakar/mati dan kotoran yg menempel,” katanya, Rabu (7/10/2026).
“Korban ini masing-masing terkena luka bakar dengan persentase 16 persen sama satunya 31 persen,” sebutnya. Baca juga: Detik-detik Mencekam Ledakan di Pakuwon City Surabaya: Kaca Pecah, Korban Berlarian Selain luka bakar, kedua korban juga sempat mengalami trauma inhalasi yang mengakibatkan penyempitan pada saluran pernapasan.
“Kalau lukanya termasuk berat karena meksipun luka bakarnya kurang dari 50 persen, tapi karena mengenai area vital yaitu wajah sama leher ini kan jalur pernapasan dekat saluran napas. Ini termasuk berat,” jelasnya. Kini, kondisi kedua pasien tersebut sudah stabil, tetapi masih membutuhkan pemantauan intensif di ICU.
Keluarga korban juga turut mendampingi sejak keduanya mendapatkan penanganan pertama di rumah sakit. “Pasien sekarang dirawat secara intensif di ICU dan tidak boleh ditunggu. Kalau untuk pihak keluarga sudah kami sediakan ruangannya sendiri yang sejak kemarin juga sudah berkunjung,” tukas Masrur.
Usai Operasi di RSUD dr. Soetomo, 3 Korban Dipantau Intensif Tiga korban ledakan ruko di Pakuwon City kini dirawat di RSUD Dr Soetomo setelah sebelumnya mendapat penanganan di RSUD Haji. Direktur Utama RSUD Dr. Soetomo Cita Rosita Sigit Prakoeswa mengatakan, ketiga korban mengalami luka bakar sekitar 20 hingga 25 persen di bagian wajah, kepala, leher atau dada, serta anggota gerak lainnya. “Tim medis mencurigai adanya inhalasi atau blast injury yang merupakan gangguan saluran pernapasan akibat menghirup asap panas atau gas beracun atau cedera akibat efek ledakan,” kata Cita dalam keterangannya, Rabu (7/10/2026).
Ketiga korban yang dirujuk ke RSUD Dr. Soetomo terdiri dari satu perempuan dan dua laki-laki. Pasien perempuan diterima di IGD RSUD Dr. Soetomo sekitar pukul 10.00 WIB, sedangkan dua pasien laki-laki diterima sekitar pukul 11.45 WIB.
Cita menuturkan, ketiga pasien telah menjalani operasi pada hari yang sama saat diterima pihak rumah sakit, yakni Selasa (6/10/2026).
“Setelah menjalani tindakan operasi, ketiga pasien saat ini mendapatkan perawatan dan pemantauan di Ruang Observasi Intensif (ROI) pascaoperasi RSUD Dr. Soetomo,” sambungnya.
Perawatan di ROI dilakukan untuk memastikan kondisi ketiga pasien dapat dipantau secara intensif setelah operasi, termasuk perkembangan luka bakar, fungsi pernapasan, serta kondisi umum pasien.
Setelah menjalani operasi, ketiga pasien masih dalam pemantauan dan mendapatkan perawatan medis secara intensif sesuai kebutuhan masing-masing.
sumber: kompas.com
