SMARTSURABAYA.COM – Ketua Fraksi PDI Perjuangan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jawa Timur Wara Sundari Renny Pramana menyoroti alokasi anggaran pengadaan logistik penanganan bencana senilai sekitar Rp41,35 miliar.
Ia meminta pemerintah memastikan bantuan bagi korban bencana tidak hanya mencukupi kebutuhan darurat, tetapi juga memperhatikan aspek gizi dan kesehatan pengungsi.
“Penanganan korban bencana tidak boleh hanya diukur dari berapa banyak bantuan yang dibeli atau disalurkan. Yang jauh lebih penting adalah apakah bantuan tersebut benar-benar sesuai kebutuhan masyarakat terdampak,” katanya, di Surabaya, Minggu.
Sorotan tersebut salah satunya tertuju pada anggaran pengadaan mi instan yang mencapai Rp17,24 miliar. Dengan asumsi harga Rp3.000 per bungkus, anggaran tersebut setara dengan sekitar 5,74 juta bungkus mi instan.
Selain itu, terdapat pengadaan paket sembako Rp3,81 miliar, selimut Rp9,51 miliar, terpal Rp2,75 miliar, kasur lipat Rp2,12 miliar, serta 1.901 unit tempat tidur lipat (velbed) senilai Rp5,90 miliar.
Renny menilai, mi instan memang praktis dan mudah didistribusikan, tetapi tidak ideal jika menjadi tumpuan utama bantuan pangan bagi pengungsi dalam jangka waktu tertentu.
Ia meminta bantuan pangan dilengkapi bahan makanan bergizi seperti beras, telur, ikan, kacang-kacangan, buah, susu sesuai kebutuhan, serta air minum yang aman, terutama untuk memenuhi kebutuhan anak-anak, lansia, dan ibu hamil.
Selain komposisi pangan, Renny mendorong transparansi pengadaan melalui keterbukaan informasi mengenai harga satuan, spesifikasi barang, perhitungan kebutuhan, stok, hingga jadwal distribusi.
Menurutnya, pengawasan juga harus memastikan barang yang diadakan benar-benar diterima masyarakat dan tidak menimbulkan penumpukan maupun pemborosan anggaran.
“Yang harus dipastikan adalah bantuan tepat jumlah, tepat sasaran, tepat waktu, dan benar-benar memberikan manfaat,” ujarnya.
Sumber: antarajatim
