SMARTSURABAYA.COM – Musim kemarau mulai memicu kekeringan di Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur. Desa Munggu, Kecamatan Bungkal, menjadi wilayah pertama yang mengalami krisis air bersih tahun ini.
Palang Merah Indonesia (PMI) Ponorogo bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Ponorogo menyalurkan 5.000 liter air bersih kepada warga Dusun Bungur, Desa Munggu, Selasa (4/8/2026).
Sebanyak 153 warga mulai terdampak penurunan debit sumber air bersih. Berdasarkan hasil asesmen BPBD, debit air di wilayah tersebut menurun signifikan sehingga kebutuhan warga tidak lagi dapat dipenuhi dari sumber yang tersedia.
“Desa Munggu menjadi titik pertama yang mengalami kekeringan. Hari ini kami menyalurkan 5.000 liter air bersih sebagai langkah awal membantu masyarakat,” ujar Ketua PMI Ponorogo Luhur Kasranto seusai melepas truk tangki air bersih menuju Dusun Bungur, Selasa (4/8/2026).
Luhur mengatakan, Desa Munggu menjadi wilayah pertama yang mengajukan bantuan air bersih pada musim kemarau tahun ini. Kondisi tersebut, kata dia, sejalan dengan prakiraan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang memprediksi musim kemarau berlangsung lebih panjang.
“Ini merupakan komitmen PMI dari tahun ke tahun untuk membantu warga terdampak kekeringan. Mudah-mudahan bantuan ini bisa meringankan kebutuhan masyarakat,” ujarnya.
PMI, lanjut Luhur, akan terus menyalurkan bantuan air bersih berdasarkan laporan dari desa-desa yang mulai mengalami krisis air.
Berdasarkan pemetaan sementara, Desa Wates dan Desa Duri di Kecamatan Slahung serta Desa Karangpatihan di Kecamatan Pulung juga berpotensi mengalami kekeringan.
Sementara itu, Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Ponorogo Agung Prasetyo mengatakan Dusun Bungur menjadi salah satu wilayah prioritas karena hampir setiap musim kemarau mengalami krisis air bersih.
“Pada musim kemarau ini kami bersama PMI berupaya memenuhi kebutuhan dasar masyarakat berupa air bersih. Kolaborasi ini sudah kami lakukan hampir setiap tahun,” kata Agung.
Selain mendistribusikan air bersih, BPBD menyiapkan tandon penampungan dan mendata kebutuhan jeriken warga untuk memastikan penyaluran bantuan berjalan efektif.
Distribusi air bersih akan dilakukan secara berkala sesuai perkembangan kondisi di lapangan. BPBD juga terus memantau wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan agar bantuan dapat segera dikirim ketika terdapat laporan kekurangan air bersih.
Berdasarkan prakiraan BMKG, puncak musim kemarau diperkirakan berlangsung pada Agustus hingga September. Sementara itu, musim hujan diprediksi mulai terjadi pada akhir Oktober hingga awal November.
Sumber: kompas.com
