SMARTSURABAYA.COM – Helikopter water bombing diterjunkan untuk membantu pemadaman kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) pada hari kelima kebakaran, Jumat (7/8/2026).
Berdasarkan pantauan di lapangan, helikopter bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) tiba di area operasi sekitar pukul 15.30 WIB.
Setelah tiba, helikopter langsung melakukan pemadaman dari udara. Namun, pada hari pertama operasionalnya, armada tersebut hanya dapat bekerja selama satu jam.
Helikopter harus menghentikan operasi pada pukul 16.30 WIB karena menyesuaikan batas waktu operasional dari Lanud Abdulrachman Saleh. Dalam waktu singkat tersebut, helikopter tercatat melakukan empat kali sorti pengambilan dan penjatuhan air.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, helikopter water bombing baru bisa didatangkan setelah pihaknya berkoordinasi dengan BNPB sejak hari kedua kebakaran.
Helikopter tersebut memiliki kemampuan membawa air hingga 1.000 liter dalam sekali pengambilan untuk membantu mempercepat proses pemadaman.
“Sejak hari kedua kami sudah koordinasi dengan BNPB. Bapak Sekda juga sudah bersurat untuk dibantu helikopter yang memiliki kekuatan bisa melakukan water bombing sampai 1.000 liter,” ujar Khofifah saat ditemui di lokasi terdampak, Jumat (7/8/2026) petang.
Khofifah menjelaskan, pengerahan helikopter dilakukan karena luas area kebakaran terus bertambah. Kebakaran yang awalnya terdata 7,9 hektare kemudian meningkat menjadi 44 hektare, 51 hektare, hingga sekitar 170 hektare.
Sebelum helikopter water bombing tiba, upaya pemadaman dilakukan menggunakan drone. Namun, kapasitas air yang mampu dibawa drone dinilai masih terbatas sehingga belum efektif untuk menangani area kebakaran yang luas.
“Sebelumnya yang kita lakukan dengan drone, tapi menurut saya itu hanya pembasahan karena kapasitas airnya hanya 100-150 liter,” kata Khofifah.
Selain keterbatasan waktu operasi, kondisi angin di kawasan Gunung Bromo juga menjadi kendala dalam pemadaman menggunakan helikopter. Kecepatan angin menentukan apakah helikopter dapat terbang untuk melakukan pemadaman.
“Kondisi di sini kadang-kadang anginnya cukup kuat, sehingga tidak bisa dihitung maksimal sehari berapa kali sortir karena kita juga melihat kondisi angin,” pungkas Khofifah.
Untuk memperkuat upaya pemadaman, BNPB menyiapkan tambahan satu unit helikopter yang masih berada di Banjarmasin. Armada tersebut direncanakan menuju Lanud Abdulrachman Saleh pada Sabtu (8/8/2026).
Khofifah berharap tambahan armada tersebut dapat membuat operasi water bombing berjalan lebih optimal, terutama jika kondisi angin mendukung.
“Semoga dengan ada dua armada dan angin yang landai bisa memaksimalkan melakukan water bombing,” pungkas Khofifah.
Diberitakan sebelumnya, kebakaran hutan di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, diketahui terjadi sejak Senin (3/8/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Kobaran api terlihat membakar vegetasi kawasan hutan dan membuat petugas gabungan langsung melakukan penanganan.
Sumber: kompas.com
