Ringkasan Berita:
- Data terbaru BPBD Kota Surabaya mencatat 42 ruko dan delapan kendaraan rusak akibat ledakan di San Antonio Pakuwon City.
- Sebanyak 16 rumah di belakang ruko Nasi Tempong Sri Dewi juga mengalami kerusakan.
- Lima orang mengalami luka bakar dan masih menjalani perawatan di RSUD dr Soetomo.
- BPBD Kota Surabaya masih fokus menyediakan logistik dan melakukan pembersihan puing-puing sisa ledakan.
Surabaya (beritajatim.com) – Ledakan di ruko Nasi Tempong Sri Dewi, San Antonio Pakuwon City, Mulyorejo, Surabaya, Selasa (6/10/2026), membuat 42 ruko dan sejumlah rumah di area tersebut mengalami kerusakan. Selain itu, ledakan juga menyebabkan delapan kendaraan rusak dan lima orang mengalami luka bakar hingga harus mendapatkan perawatan di rumah sakit.
“Ada 42 ruko dan delapan kendaraan yang rusak. Juga lima korban luka bakar yang saat ini sedang menjalani perawatan di RS dr Soetomo,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Darlog) BPBD Kota Surabaya Linda Novanti.
Linda memaparkan, dari 42 ruko yang terdampak, 10 ruko mengalami kerusakan ringan, 28 ruko rusak sedang, dan empat ruko rusak berat.
Sementara itu, 16 rumah yang berada di area belakang ruko Nasi Tempong Sri Dewi, San Antonio Pakuwon City, juga dilaporkan mengalami kerusakan.
“13 rumah rusak ringan. Dua mengalami kerusakan sedang dan satu sisanya rusak berat,” jelasnya.
Dengan data tersebut, total terdapat 58 bangunan yang dilaporkan mengalami kerusakan, terdiri dari 42 ruko dan 16 rumah.
Sementara itu, identitas lima orang yang tengah menjalani perawatan di RSUD dr Soetomo adalah Eky (27), warga Sedati, yang mengalami luka bakar di lengan kanan dan kiri. Windi Pratama (30), warga Ploso, mengalami luka bakar di bagian wajah dan tangan kanan.
Kemudian Kholifa (27), warga Nginden, mengalami luka bakar di bagian siku dan rambut serta robek di lutut kanan. Moch Syofyan (19), warga Wonokusumo, mengalami luka bakar di bagian kening.
Terakhir, Liutami Matul Khoiriyah (23), warga Kenjeran, mengalami luka bakar di area wajah, leher, kedua tangan, dan paha.
“Saat ini lima korban masih terus mendapatkan perawatan di RSUD dr Soetomo. Sementara ini kami masih fokus untuk menyediakan logistik dan pembersihan puing-puing sisa ledakan,” terangnya.
sumber :beritajatim.com
