SMARTSURABAYA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya memastikan ketersediaan bahan pangan selama rangkaian libur panjang dalam kondisi aman dan mencukupi.
Momentum libur yang meliputi Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah/2026, cuti bersama, akhir pekan, Hari Raya Waisak, hingga Hari Lahir Pancasila dipastikan tidak akan mengganggu pasokan kebutuhan pokok masyarakat di Kota Pahlawan.
Pemkot Surabaya juga menjamin stok pangan tetap terkendali sehingga kebutuhan warga dapat terpenuhi dengan baik dalam beberapa bulan ke depan.
Kondisi tersebut tercermin dari Indeks Kecukupan Pangan (IKP) Kota Surabaya pada Mei 2026 yang mengalami peningkatan dibandingkan April 2026.
Pada Mei, nilai IKP tercatat mencapai 3,55 yang menunjukkan bahwa pasokan pangan di Surabaya berada dalam kategori aman dan lebih dari cukup untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Selain stok yang dinilai aman, sejumlah harga komoditas pangan juga terpantau mengalami penurunan selama Mei 2026.
Berdasarkan hasil survei Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya pada minggu pertama hingga ketiga Mei 2026, beberapa bahan pangan diperkirakan menjadi penyumbang deflasi, seperti telur ayam ras, daging ayam ras, bawang putih, gula pasir, tomat, semangka, jeruk, anggur, kangkung, hingga ikan mujair.
Penurunan harga tersebut turut membantu menjaga stabilitas pasar menjelang Hari Raya Iduladha. Di antara berbagai komoditas tersebut, cabai rawit tercatat menjadi bahan pangan yang mengalami penurunan harga paling signifikan dibandingkan April 2026.
Kondisi ini dinilai cukup membantu masyarakat karena harga cabai sebelumnya sempat mengalami fluktuasi di pasaran.
Kepala Bidang Pangan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Surabaya, Muhammad Khusnul Amin, menyampaikan bahwa kondisi pangan di Surabaya hingga saat ini masih relatif stabil dan terkendali.
“Indeks kecukupan pangan Surabaya saat ini mencapai 3,55. Artinya stok pangan lebih dari cukup dan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama libur panjang Iduladha,” kata Khusnul Amin, Selasa (26/5/2026).
Ia menjelaskan bahwa hingga kini belum ditemukan adanya fenomena panic buying atau aksi pembelian berlebihan di tengah masyarakat. Berdasarkan hasil pemantauan di lapangan, sebagian besar warga membeli kebutuhan pangan sesuai dengan keperluan rumah tangga masing-masing tanpa melakukan penimbunan bahan pokok.
“Pembelian dalam jumlah besar lebih banyak dilakukan oleh pedagang atau pelaku usaha untuk kepentingan distribusi dan penjualan kembali. Kalau masyarakat umum sejauh ini belanja secukupnya, belum ada fenomena memborong bahan pokok secara berlebihan,” jelasnya.
Kondisi serupa juga terlihat dalam pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) di sejumlah wilayah Surabaya. Menurut Khusnul Amin, masyarakat tetap berbelanja secara normal dan tidak melakukan pembelian dalam jumlah berlebihan.
Ia menyebut pembatasan pembelian sebelumnya hanya pernah diterapkan untuk minyak goreng bersubsidi guna memastikan distribusinya merata dan tidak diborong oleh pihak tertentu.
Karena itu, masyarakat diminta untuk tetap tenang dan tidak perlu khawatir terkait ketersediaan bahan pangan selama masa libur panjang.
Khusnul Amin mengingatkan bahwa membeli bahan pangan secara berlebihan justru dapat menimbulkan pemborosan hingga meningkatkan risiko sampah makanan akibat bahan pangan rusak atau tidak terpakai sebelum dikonsumsi.
“Masyarakat diimbau membeli kebutuhan pangan secukupnya sesuai kebutuhan rumah tangga. Pembelian dalam jumlah berlebihan justru berisiko menimbulkan sampah makanan karena bahan pangan tidak terpakai atau rusak sebelum dikonsumsi. Karena itu, masyarakat diminta berbelanja secara bijak dan sesuai kebutuhan,” tuturnya.
Ia menambahkan, pemerintah terus melakukan pengawasan terhadap distribusi pangan di tengah berbagai dinamika global, termasuk krisis di Timur Tengah serta penguatan nilai tukar dolar AS yang berpotensi memengaruhi harga komoditas impor.
Pengawasan tersebut dilakukan agar pasokan bahan pangan dan kestabilan harga di Surabaya tetap terjaga selama momentum Iduladha dan libur panjang berlangsung.
“Masyarakat tidak perlu panik. Stok pangan aman dan pemerintah terus melakukan pemantauan agar kebutuhan pokok tetap terkendali,” pungkasnya.
Dengan kondisi stok yang aman dan harga sejumlah komoditas yang cenderung stabil, Pemkot Surabaya berharap masyarakat dapat menjalani rangkaian libur panjang dengan tenang tanpa kekhawatiran terhadap kebutuhan pangan.
Pemerintah juga mengajak masyarakat untuk tetap berbelanja secara bijak agar stabilitas pasokan dan distribusi pangan di Kota Surabaya tetap terjaga dengan baik.
Sumber: Surabaya.go.id
