SMARTSURABAYA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Madiun, Jawa Timur siap mewujudkan target menjadi kota kreatif pada 2029 dengan mengandalkan sejumlah potensi sektor ekonomi kreatif di wilayah setempat.
Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun dalam kegiatan Sarasehan Kemerdekaan Paguyuban Pawitandirogo, di Kota Madiun, Jumat, mengatakan guna mewujudkan upaya besar itu, pihaknya telah membangun ekosistem ekonomi kreatif melalui berbagai kegiatan yang digelar pada momentum Hari Jadi ke-108 Kota Madiun.
“Alhamdulillah, beberapa hal yang sudah kita lakukan dan paparkan tersebut sudah benar, serta matur nuwun dari Kementerian Ekonomi Kreatif yang telah memberikan apresiasi,” ujar Bagus dalam kegiatan bertema “Pengembangan Kawasan dan Pemberdayaan Ekonomi” itu.
Sejumlah kegiatan yang digelar pada 2026 itu di antaranya pertunjukan video mapping “Padang Mbranang 2026” dan mengubah lantai 2 Pasar Sleko menjadi Sleko Youth Creative Market sebagai wadah pelaku ekonomi kreatif (ekokraf) serta komunitas anak muda di wilayah setempat.
Menurutnya, apresiasi dari pemerintah pusat menjadi tambahan semangat bagi Pemkot Madiun untuk terus memberikan ruang dan pendampingan kepada generasi muda serta pelaku ekonomi kreatif.
Ia menambahkan, untuk mewujudkan Kota Kreatif pada 2029 membutuhkan penguatan ekosistem yang solid serta kolaborasi dengan pemerintah pusat, termasuk dengan Kementerian Ekonomi Kreatif.
“Tentunya perhatian dari Kemenekraf ini mendorong semangat pemerintah kota untuk terus mengawal teman-teman muda dan pelaku ekraf yang ada di Kota Madiun semakin meningkat,” katanya.
Untuk mencapai target tersebut, komunikasi dengan pemerintah pusat akan terus dibangun, termasuk menguatkan ekosistem yang mendukung pelaku ekonomi kreatif agar dapat berkembang secara berkelanjutan oleh pemerintah daerah.
Bagus menyebut, dari tiga program aktivasi yang diinisiasi Kemenekraf yakni aktivasi desa/kelurahan kreatif, creative hub, dan creative by Indonesia, Pemkot Madiun memiliki sejumlah program yang sejalan, khususnya terkait aktivasi desa atau kelurahan kreatif.

Ia berharap pengembangan ekosistem tersebut dapat memperoleh pengawalan dan pendampingan dari Kementerian Ekonomi Kreatif, mengingat Kota Madiun memiliki sejumlah potensi ekonomi kreatif yang dapat dikembangkan, seperti pencak silat.
Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya yang hadir dalam sarasehan tersebut mengatakan terobosan yang dilakukan Pemkot Madiun dinilai sudah sejalan dengan program yang dijalankan kementerian sebagai cara untuk menumbuhkan ekonomi daerah dan kesejahteraan masyarakatnya.
“Pawitandirogo ini mempunyai potensi ekonomi kreatif yang luar biasa. Demikian dengan Kota Madiun,” katanya.
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak ikut mendorong penguatan ekonomi kreatif di kawasan Pawitandirogo yang meliputi Pacitan, Ngawi, Magetan, Kota Madiun, Kabupaten Madiun, dan Ponorogo.
Menurut Emil, daerah-daerah di kawasan Pawitandirogo memiliki potensi luar biasa di sektor ekonomi kreatif yang jika digarap akan mendongkrak ekonomi daerah.
Potensi itu di antaranya berbasis budaya, kreativitas masyarakat, potensi pariwisata, serta jumlah penduduk yang besar, dan menjadikan Pawitandirogo memiliki peluang untuk membangun ekosistem ekonomi kreatif yang kuat.
Emil berharap peluang pengembangan ekraf tersebut segera diwujudkan dalam program nyata, sehingga mampu menjadi salah satu penggerak utama perekonomian masyarakat di kawasan Pawitandirogo sendiri, Jawa Timur, dan bahkan nasional.
Sumber: antarajatim
