SMARTSURABAYA.COM – Sebanyak 61 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Magetan dipastikan mulai kembali beroperasi pada Senin,13 Juli 2026, bertepatan dengan hari pertama masuk sekolah tahun ajaran 2026/2027.
Puluhan SPPG tersebut akan kembali memasok Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk ribuan siswa setelah operasional sempat berhenti selama libur sekolah.
Petugas Satuan Tugas (Satgas) MBG Magetan, Awang Arifaini Rudin, mengatakan bahwa hingga Jumat sebanyak 61 dari total 70 SPPG di Magetan telah dinyatakan siap menjalankan operasional.
“Per hari ini, yang betul-betul sudah siap running saat anak-anak masuk sekolah itu ada 61 SPPG. Harapan kami, sembilan SPPG lainnya bisa segera menyusul dalam dua sampai tiga hari ke depan, sehingga seluruh 70 SPPG dapat beroperasi,” kata Awang ditemui di ruang kerjanya, Jumat (8/7/2026).
Awang menjelaskan, sembilan SPPG yang belum dapat beroperasi masih menjalani proses penyelesaian.
Dengan rincian, empat di antaranya merupakan dapur yang sebelumnya kena suspend dan kini mengajukan pencabutan status setelah menyelesaikan berbagai perbaikan. Sedangkan lima lainnya merupakan dapur baru yang masih merampungkan persyaratan teknis sebelum mendapatkan izin operasional.
Menurut dia, selama masa libur sekolah, pengelola SPPG memanfaatkan waktu untuk melakukan evaluasi dan pembenahan sarana. Perbaikan paling banyak dilakukan pada sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL), termasuk penataan ruang dan penyempurnaan fasilitas agar memenuhi standar operasional.
“Teman-teman memanfaatkan masa libur untuk melakukan evaluasi dan perbaikan. Ada yang perbaikannya besar, ada yang kecil, termasuk pembenahan tata letak ruangan dan sistem IPAL agar sesuai standar,” ujar Awang.
Awang menjelaskan, sebagian besar dapur yang sempat disuspend sebenarnya telah memiliki fasilitas IPAL. Namun, pengoperasiannya belum sesuai prosedur sehingga kualitas pengolahan limbah belum memenuhi ketentuan.
Pengelola kemudian mendapat pendampingan dari penyedia alat maupun Dinas Lingkungan Hidup untuk memperbaiki tata cara pengoperasian instalasi tersebut.
“Setiap SPPG yang telah menyelesaikan perbaikan harus melalui proses verifikasi secara berjenjang, mulai dari koordinator kecamatan (Korcam), koordinator wilayah (Korwil), hingga koordinator regional sebelum diajukan kepada Badan Gizi Nasional (BGN) untuk memperoleh izin beroperasi kembali,” katanya.
Saat ini, target Badan Gizi Nasional (BGN) di Kabupaten Magetan, mencapai 84 SPPG. Dengan 61 dapur yang siap beroperasi dan sembilan lainnya dalam proses penyelesaian.
Awang mengatakan, cakupan layanan bagi peserta didik saat ini telah mencapai sekitar 96 persen, sedangkan layanan bagi ibu hamil, ibu menyusui, dan balita akan terus disesuaikan mengikuti pembaruan data penerima manfaat.
”Jumlah penerima manfaat dari sektor pendidikan di Magetan itu 106.518 orang meliputi siswa dan tenaga pendidikan. Saat ini yang sudah menerima manfaat atau 92 persen atau 97.997 orang dari sector pendidikan,” ungkapnya.
Selain memastikan siswa kembali memeroleh makanan bergizi, beroperasinya SPPG juga diharapkan menghidupkan kembali permintaan bahan pangan dari petani lokal.
Selama program MBG berhenti pada masa libur sekolah, harga sejumlah komoditas seperti telur, sayuran, hingga jagung manis mengalami penurunan akibat berkurangnya serapan.
“Harapan kami, setelah SPPG kembali berjalan, anak-anak mendapatkan makanan bergizi. Sementara harga komoditas pertanian yang sempat turun bisa kembali normal sehingga petani memperoleh nilai jual yang lebih baik,” pungkas Awang.
Sumber: kompas.com
