SMARTSURABAYA.COM – Sejumlah SMA dan SMK di Jawa Timur masih kekurangan murid meski proses Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) telah rampung dan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) akan dimulai pada Senin (13/7/2026).
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai mengatakan, sebanyak 618.479 siswa SMA, SMK, dan SLB negeri maupun swasta di Jawa Timur akan mengikuti MPLS Tahun Ajaran 2026/2027.
Namun, ia mengakui masih terdapat sejumlah sekolah yang belum memenuhi kuota peserta didik baru.
Sekolah yang kekurangan murid tersebut tersebar di beberapa daerah, antara lain Madura, Ponorogo, Situbondo, Bondowoso, Lamongan, Madiun, Magetan, dan Lumajang. Aries belum merinci jumlah sekolah maupun kekurangan siswa di masing-masing daerah.
Pemprov Akan Evaluasi
Menanggapi kondisi tersebut, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan pemerintah akan mengevaluasi apakah fenomena tersebut terjadi secara umum di sekolah swasta atau hanya dialami sekolah-sekolah tertentu.
Menurut Emil, sistem penerimaan peserta didik saat ini membuat persaingan masuk sekolah negeri lebih kompetitif karena menggunakan nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA).
“Hari ini penerimaan parameternya sederhana tapi bukan berarti gampang. Nilai Tes Kemampuan Akademik (TKA) ini bukan rapor saja. Maka sebenarnya banyak juga yang tidak mendapatkan kursi di negeri,” kata Emil di Malang, Sabtu (11/7/2026).
Meski demikian, Pemprov Jawa Timur menilai sekolah swasta tetap memiliki peluang besar memperoleh peserta didik karena pemerintah juga memberikan dukungan kepada sekolah swasta.
APBD Dialokasikan untuk Sekolah Swasta
Emil mengatakan, Pemprov Jawa Timur mengalokasikan bantuan operasional daerah (BOP) yang bersumber dari APBD kepada sekolah swasta. Bahkan, sekitar 60 persen penerima BOP merupakan sekolah swasta.
“Kita berusaha menjaga betul bahwa swasta ini punya peran positif dalam mendidik anak-anak kita bukan hanya sekolah-sekolah negeri saja. Sehingga kita memberikan BOP misalnya semacam BOS dari APBD itu juga ke swasta bahkan 60 persen itu sekolahnya di swasta,” ujarnya.
Selain itu, Pemprov Jatim telah bekerja sama dengan lebih dari 2.100 SMA dan SMK swasta dengan total kuota beasiswa mencapai 80.000 kursi.
Emil mengatakan pemerintah juga memiliki tanggung jawab memastikan seluruh anak memperoleh akses pendidikan, termasuk mereka yang tidak diterima di sekolah negeri.
“Sekarang katakanlah sudah tidak ada perdebatan karena nilai akademik. Tetapi kemudian tugas dari pemerintah adalah mendidik semua bukan saja yang TKA-nya bagus dan bisa diterima di negeri,” katanya.
Calon Murid Akan Disalurkan
Sementara itu, Aries mengatakan Dinas Pendidikan Jawa Timur akan menyalurkan calon murid yang belum tertampung ke sekolah negeri yang masih memiliki daya tampung di wilayah rayon, sekolah swasta, maupun sekolah yang dikelola kementerian lain.
Selain itu, Pemprov Jawa Timur juga terus memperkuat kerja sama dengan sekolah swasta melalui pemberian bantuan berupa pembebasan maupun keringanan biaya pendidikan.
“Kami juga terus memperkuat kerja sama dengan sekolah swasta melalui pemberian bantuan berupa pembebasan maupun keringanan biaya pendidikan,” ujar Aries.
Sumber: kompas.com
