SMARTSURABAYA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya kembali menegaskan komitmennya dalam menghadirkan fasilitas umum (fasum) yang layak, berkualitas, dan dapat diakses oleh seluruh lapisan masyarakat.
Salah satu wujud nyata dari upaya tersebut terlihat pada revitalisasi Lapangan Rangkah yang sebelumnya dikenal dalam kondisi kurang memadai, tandus, berdebu saat kemarau, serta becek ketika musim hujan.
Kini, lapangan tersebut telah mengalami perubahan signifikan menjadi sebuah sarana olahraga modern yang tidak hanya fungsional, tetapi juga membanggakan bagi warga di Kecamatan Tambaksari.
Lurah Rangkah, Jefri Arditya Pamungkas, menjelaskan bahwa pembangunan lapangan ini merupakan respons konkret terhadap aspirasi masyarakat yang menginginkan pemanfaatan lahan secara optimal di wilayah mereka.
Proyek yang mulai direalisasikan sejak tahun 2025 ini telah berhasil menghadirkan empat fasilitas olahraga utama, yaitu lapangan mini soccer, voli, basket, serta lintasan jogging (jogging track) yang dapat digunakan oleh berbagai kalangan usia. Dengan adanya fasilitas ini, warga kini memiliki ruang publik yang lebih representatif untuk beraktivitas fisik dan sosial.
“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Walikota dan Pemkot Surabaya. Aspirasi warga dikabulkan, sehingga di tahun 2025 lapangan ini bisa dibangun dan langsung dimanfaatkan masyarakat,” ujar Jefri.
Tidak hanya difungsikan sebagai pusat kegiatan olahraga, Jefri juga mengungkapkan bahwa pihak kelurahan bersama Karang Taruna setempat tengah menyiapkan berbagai program kegiatan yang menyasar anak-anak usia sekolah.
Program tersebut dirancang sebagai alternatif aktivitas positif agar anak-anak tidak terlalu bergantung pada penggunaan gawai. Melalui pengaturan jadwal pemanfaatan lapangan yang terstruktur per RW, diharapkan ruang ini dapat dimanfaatkan secara merata sekaligus menjadi sarana pembinaan generasi muda.
“Nantinya (Karang Taruna) itu, akan merekap setiap RW. Hari-hari apa saja agar nantinya lapangan ini bisa digunakan untuk jadwal-jadwal di setiap RW sehingga anak-anak bisa meminimalisir penggunaan gadgetnya dengan aktivitas lain atau berolahraga,” terangnya.
Dalam hal keberlanjutan fasilitas, Lurah Jefri menegaskan bahwa pihaknya telah menjalin koordinasi dengan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan pengelolaan dan pemeliharaan lapangan dapat berjalan secara optimal dan berkesinambungan, sehingga kualitas fasilitas tetap terjaga dalam jangka panjang.
“Tugas kami selanjutnya adalah menjaga. Kami bersama warga sudah sepakat untuk merawat lapangan ini secara berkelanjutan. Harapannya, fasilitas ini bisa terus dinikmati hingga generasi mendatang,” kata Jefri.
Kehadiran lapangan yang telah diperbarui ini pun disambut dengan penuh antusias oleh masyarakat, salah satunya oleh Noviani Susanti, warga RW 9 Kelurahan Rangkah. Ia mengungkapkan bahwa sebelumnya warga harus menempuh jarak yang cukup jauh untuk mendapatkan fasilitas olahraga yang layak.
Kini, dengan adanya lapangan yang representatif di lingkungan mereka sendiri, aktivitas olahraga menjadi jauh lebih mudah dan menyenangkan untuk dilakukan secara rutin.
“Dulu kalau mau olahraga susah, lapangannya berdebu dan banyak kerikil. Sekarang rasanya bangga punya lapangan yang bagus, jadi tidak perlu jauh-jauh lagi. Ibu-ibu di sini sekarang aktif jalan sehat, senam, hingga main voli,” kata Noviani dengan nada sumringah.
Selain menjadi pusat kegiatan olahraga, lapangan ini juga berfungsi sebagai ruang ekspresi kreatif bagi para pelajar. Laura Irfara Kurnianda, siswi SMK Kesehatan Bina Husada, memanfaatkan fasilitas tersebut untuk berlatih seni budaya bersama teman-temannya, seperti tari dan drama.
Menurutnya, kondisi lapangan yang kini lebih tertata dan nyaman memberikan suasana yang mendukung proses latihan serta meningkatkan semangat belajar. Menurutnya, kondisi lapangan saat ini jauh lebih bagus dibandingkan sebelumnya.
“Dulu masih pasir dan belum jadi, sekarang sudah nyaman dan luas. Kami pakai buat latihan nari dan drama untuk tugas sekolah. Pemandangannya juga indah, jadi lebih semangat,” tutur Laura.
Di sisi lain, Luluk Nurfadilah, warga Rangkah Gang 7, menilai bahwa keberadaan lapangan ini juga membawa dampak positif terhadap pola asuh anak. Dengan tersedianya ruang bermain dan olahraga yang aman serta layak, orang tua kini memiliki alternatif untuk mengarahkan anak-anak agar lebih aktif secara fisik dan tidak terlalu bergantung pada perangkat digital.
“Sangat bermanfaat untuk anak-anak sekitar sini agar kegiatannya dialihkan ke olahraga, jadi tidak main HP terus. Sekarang kalau sore mereka bisa main bola dengan lebih aman,” jelas Luluk.
Revitalisasi Lapangan Rangkah tidak hanya menghadirkan perubahan fisik pada fasilitas umum, tetapi juga memberikan dampak sosial yang signifikan bagi masyarakat sekitar. Kehadirannya menjadi simbol kolaborasi antara pemerintah dan warga dalam menciptakan lingkungan yang sehat, aktif, dan produktif.
Dengan komitmen pemeliharaan yang berkelanjutan, lapangan ini diharapkan dapat terus menjadi pusat aktivitas positif serta memberikan manfaat jangka panjang bagi generasi mendatang.
Sumber: Surabaya.go.id
