SMARTSURABAYA.COM – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyampaikan apresiasi yang sangat tinggi kepada para pelaku usaha di Kota Pahlawan atas kontribusi nyata mereka dalam menyerap tenaga kerja lokal.
Apresiasi tersebut diberikan karena keberhasilan menyerap sekitar 1.200 tenaga kerja yang merupakan pemegang KTP Surabaya melalui kegiatan Job Fair yang menjadi bagian dari rangkaian acara Surabaya Industrial & Labour Festival 2026 yang digelar di Grand City Convention Hall.
Keberhasilan ini dinilai sebagai langkah konkret dalam mengurangi angka pengangguran sekaligus memperkuat struktur ekonomi daerah secara berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota Eri menegaskan bahwa pembangunan kota, khususnya dalam hal menggerakkan roda perekonomian dan menekan tingkat pengangguran, tidak dapat dilakukan oleh pemerintah secara mandiri.
Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan sektor swasta, termasuk para pengusaha, dalam menciptakan lapangan kerja yang luas dan berkelanjutan bagi masyarakat. Kolaborasi ini dinilai sebagai fondasi utama dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif.
“Surabaya bisa hebat karena para pelaku usahanya adalah orang-orang yang luar biasa. Mereka bersama pemerintah membuka lapangan pekerjaan dan menggerakkan ekonomi,” tegas Wali Kota Eri.
Sebagai bentuk penghargaan atas kontribusi tersebut, dalam kegiatan ini Wali Kota Eri juga menyerahkan penghargaan (awarding) kepada sejumlah perusahaan yang dinilai telah berperan aktif dalam mendorong perputaran ekonomi di Kota Surabaya.
Penghargaan tersebut diberikan dalam tujuh kategori berbeda kepada total 21 perusahaan. Pemberian penghargaan ini tidak hanya sebagai bentuk apresiasi, tetapi juga diharapkan dapat memotivasi pelaku usaha lain untuk turut berkontribusi dalam pembangunan ekonomi daerah.
Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, melaporkan bahwa antusiasme masyarakat terhadap kegiatan ini sangat tinggi.
Dari sekitar 3.000 pendaftar yang mengikuti proses seleksi awal, sebanyak 1.920 peserta berhasil lolos dan berkesempatan mengikuti tahap lanjutan berupa walk-in interview serta psikotes. Hal ini menunjukkan tingginya minat masyarakat dalam memperoleh pekerjaan yang sesuai dengan kompetensi mereka.
“Kami berharap 1000 lebih pekerja ber-KTP Surabaya bisa diterima dan ditempatkan di perusahaan sesuai dengan kemampuan mereka masing-masing,” katanya.
Tidak hanya berfokus pada proses perekrutan tenaga kerja, Pemerintah Kota Surabaya juga menyiapkan strategi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM).
Upaya ini dilakukan agar tenaga kerja lokal tidak hanya terserap, tetapi juga memiliki daya saing yang tinggi di tengah dinamika industri yang terus berkembang, baik di tingkat nasional maupun global. Sebagai informasi tambahan, kegiatan ini didukung dan difasilitasi oleh Performa Event Expertindo.
Stefanus Sugeng Irawan selaku CEO Performa Optima Group menjelaskan bahwa festival ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan sebuah platform kolaboratif yang mempertemukan berbagai pihak untuk menciptakan inovasi, membuka peluang kerja, serta menghadirkan solusi nyata bagi pengembangan sektor industri dan ketenagakerjaan.
“Surabaya Industrial & Labour Festival 2026 adalah wujud nyata komitmen kami dalam mendorong transformasi industri yang adaptif dan inklusif. Kami percaya bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama untuk menghadapi tantangan global sekaligus membuka peluang baru bagi tenaga kerja lokal agar lebih kompetitif,” pungkasnya.
Kegiatan ini mencerminkan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan pihak pendukung lainnya dalam menciptakan ekosistem ketenagakerjaan yang sehat dan berkelanjutan.
Dengan sinergi yang terus diperkuat, diharapkan Surabaya mampu menjadi kota yang tidak hanya maju secara ekonomi, tetapi juga mampu menyediakan peluang kerja yang luas dan berkualitas bagi seluruh warganya.
Sumber: Surabaya.go.id
