SMARTSURABAYA.COM – Sekretaris Komisi A DPRD Kota Surabaya, Anas Karno, meminta aparatur kelurahan dan kecamatan lebih aktif melakukan penataan terhadap lapak penjualan hewan kurban yang mulai bermunculan menjelang Hari Raya Idul Adha 2026.
Menurutnya, keberadaan lapak musiman tersebut tetap harus memperhatikan kebersihan lingkungan, kenyamanan warga, serta estetika kota agar tidak menimbulkan persoalan baru di tengah masyarakat.
Anas menegaskan bahwa aktivitas perdagangan hewan kurban memang perlu didukung karena menjadi bagian dari perputaran ekonomi masyarakat. Namun di sisi lain, penataan lokasi dan pengelolaan lingkungan tetap harus menjadi perhatian bersama supaya tidak menimbulkan bau menyengat, kemacetan, maupun gangguan sosial lainnya di kawasan permukiman.
“Saya mengapresiasi lapak hewan kurban yang tidak bau dan tidak menggangu estetika kota. Kami dukung ekonomi tetap jalan dan ketertiban kota harus dijaga bersama,” kata Anas, Kamis (21/5/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Anas saat meninjau langsung lapak penjualan hewan kurban milik Pak Gani di kawasan Jalan Nginden Semolo, Surabaya. Dalam kunjungannya itu, ia melihat langsung kondisi lapak sekaligus berdialog dengan pedagang mengenai situasi penjualan menjelang Idul Adha tahun ini.
Pedagang Keluhkan Penjualan Menurun
Dalam kesempatan tersebut, Anas juga mendengarkan keluhan para pedagang terkait kondisi ekonomi yang berdampak pada penjualan hewan kurban. Salah satunya disampaikan oleh Pak Gani, pedagang hewan kurban yang sudah menekuni usaha tersebut selama sekitar 30 tahun.
Menurut Gani, penjualan hewan kurban tahun ini mengalami penurunan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Hingga saat ini, jumlah hewan yang terjual masih belum sesuai harapan, meskipun dirinya sudah memiliki banyak pelanggan tetap.
“Tahun ini penjualan menurun karena faktor ekonomi, saat ini baru laku sekitar 60-an ekor. Pembeli yang datang mayoritas pelanggan lama sejak saya masih jualan di Baratajaya dulu. Mendekati hari H masih sepi,” ucap Gani.
Meski penjualan sedang lesu, Gani mengaku tetap berusaha menjaga kenyamanan lingkungan sekitar lapaknya yang berada di kawasan padat penduduk. Ia menyadari bahwa keberadaan lapak hewan kurban di tengah permukiman harus disertai tanggung jawab menjaga kebersihan agar tidak mengganggu warga sekitar.
Untuk mengurangi bau tidak sedap, dirinya rutin membersihkan area kandang dan mengelola limbah maupun kotoran hewan setiap hari. Langkah tersebut dilakukan agar aktivitas jual beli tetap berjalan tanpa menimbulkan keluhan dari masyarakat sekitar.
“Setiap sore, bekas sisa pakan langsung kami gunakan untuk menutupi kotoran hewan agar mengurangi bau tajam. Yang paling utama adalah kami pamit, permisi dan selalu kula nuwun dengan warga sekitar,” jelas Gani.
Melihat upaya pedagang dalam menjaga lingkungan, Anas Karno menilai aparatur pemerintah di tingkat kelurahan dan kecamatan juga harus hadir memberikan pendampingan langsung di lapangan.
Menurutnya, peran pemerintah tidak hanya sebatas mengurus administrasi atau izin lokasi, tetapi juga memastikan penataan lapak berjalan tertib dan tidak memicu polemik di masyarakat.
Ia menegaskan ada beberapa hal penting yang perlu menjadi perhatian bersama selama penjualan hewan kurban berlangsung, di antaranya:
- Penempatan lapak diminta tidak menggunakan badan jalan agar arus lalu lintas dan aktivitas warga tetap berjalan lancar.
- Pengelolaan limbah dan kotoran hewan harus dilakukan sejak awal guna mengurangi bau serta menjaga kebersihan lingkungan sekitar.
- Saluran air di sekitar lokasi lapak harus tetap berfungsi dengan baik agar tidak memicu genangan maupun pencemaran lingkungan.
- Aparatur kelurahan dan kecamatan diharapkan turun langsung melakukan pemetaan kondisi lapangan sekaligus mendampingi pedagang selama aktivitas penjualan berlangsung.
Anas juga menegaskan bahwa keberadaan lapak hewan kurban memiliki peran penting dalam mendukung perekonomian masyarakat menjelang Idul Adha.
Karena itu, pemerintah perlu hadir memberikan perhatian kepada pedagang kecil agar usaha mereka tetap berjalan dengan baik. Namun demikian, ia mengingatkan bahwa dukungan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat tetap harus diimbangi dengan kepatuhan terhadap aturan serta penataan kota yang baik.
“Keberadaan lapak membantu ekonomi masyarakat. Kelurahan harus hadir memberikan atensi, bukan hanya soal izin lokasi. Penempatan lapak tidak memakan badan jalan, saluran air tetap berfungsi, dan pengelolaan limbahnya beres sejak awal,” tutur Anas.
Anas Karno optimistis pelaksanaan Idul Adha di Surabaya tahun ini dapat berjalan aman, tertib, dan nyaman apabila ada sinergi yang baik antara pedagang, warga, serta pemerintah di tingkat wilayah.
Menurutnya, keseimbangan antara aktivitas ekonomi rakyat kecil dan ketertiban kota harus dijaga bersama secara disiplin agar suasana lingkungan tetap nyaman bagi seluruh masyarakat.
“Pedagang kecil harus kami dukung agar tetap berdaya, namun aturan hukum dan estetika kota Surabaya juga wajib kita jaga bersama secara disiplin,” kata Anas.
Di akhir keterangannya, Anas berharap seluruh pihak dapat saling bekerja sama menjaga ketertiban dan kebersihan selama musim penjualan hewan kurban berlangsung. Dengan penataan yang baik, aktivitas ekonomi masyarakat tetap bisa berjalan tanpa mengesampingkan kenyamanan lingkungan dan wajah Kota Surabaya.
Sumber: Surya.co.id
