SMARTSURABAYA.COM – Dua penghuni rumah yang tewas terjebak dalam kebakaran di Jalan Banyu Kidul Gang Molin, RT 08, RW 04, Banyu Urip, Sawahan, Kota Surabaya, pada Senin (25/5/2026) malam, diketahui merupakan seorang nenek dan cucunya.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban adalah nenek berinisial SU dan cucunya, seorang pelajar laki-laki berinisial MARP yang masih duduk di bangku kelas satu SMP negeri di Surabaya.
Keduanya ditemukan di lokasi berbeda di dalam rumah, di mana sang nenek berada di kamar mandi bagian dalam, sementara sang cucu ditemukan di salah satu kamar kos di lantai dua.
Sejumlah warga menyebutkan bahwa sebelum kejadian nahas itu, MARP sempat berusaha menyelamatkan neneknya yang sudah lanjut usia dan kesulitan bergerak cepat saat kebakaran terjadi.
Dwi Prastyo, salah satu tetangga korban, mengungkapkan bahwa api pertama kali terlihat di area teras rumah yang digunakan sebagai bengkel reparasi motor listrik sekaligus gudang penyimpanan barang dagangan toko kelontong.
Menurutnya, MARP sebenarnya memiliki kesempatan untuk menyelamatkan diri dengan naik ke lantai dua melalui tangga dalam rumah.
Namun, ia memilih membantu neneknya terlebih dahulu. Ia bahkan sempat membopong dan menuntun sang nenek menuju kamar mandi dengan harapan bisa bertahan dari kobaran api.
“Mungkin ya bisa (selamat), karena dia kan yang disayang ya neneknya kan yang disayang gitu kan. Makanya dia nyelamatin neneknya dulu gitu,” ujarnya saat ditemui SURYA.co.id, di lokasi, pada Selasa (26/5/2026) dini hari.
Dwi juga menuturkan bahwa selama ini MARP dikenal sebagai anak yang baik, ramah, dan sering membantu orang tua serta neneknya mengelola toko kelontong di rumah mereka.
“Oh, anaknya supel kok. Baik. Kelas 1 SMP Iya, supel anaknya. Wis pokoknya supel anaknya itu baik anaknya ini loh. Sering bantu orangtua,” katanya.
Namun, upaya penyelamatan tersebut berakhir tragis. Keduanya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa di dalam rumah. Jenazah MARP ditemukan di lantai dua, sementara neneknya ditemukan di kamar mandi.
Dwi menduga, setelah berhasil membawa neneknya ke kamar mandi, MARP berusaha menyelamatkan diri dengan naik ke lantai dua melalui tangga dalam rumah. Namun, ia diduga terjebak di sana hingga akhirnya meninggal dunia.
“Iya, sebenarnya punya potensi kalau dia memang pemikirannya mau menyelamatkan dirinya sendiri mungkin bisa,” pungkasnya.
Sementara itu, seorang warga lain yang enggan disebutkan namanya mengatakan bahwa saat kebakaran terjadi, akses keluar di bagian depan rumah sudah tertutup api yang berasal dari teras. Kondisi tersebut membuat korban terjebak di dalam rumah, khususnya di area ruang tengah.
Menurutnya, MARP sempat berada di lantai dasar dan masih memiliki peluang untuk menyelamatkan diri dengan naik ke lantai dua. Namun, ia memilih membantu neneknya terlebih dahulu dan membawanya ke kamar mandi yang dianggap lebih aman.
“Korban di dalam semua. Iya, dia keluar, tapi di bawah (lantai bawah), bukan keluar di sini (jalanan depan gang). Soalnya kebakaran di depan (teras) langsung, jadi sudah gak bisa, terjebak,” ujarnya saat ditemui di dekat lokasi.
Di sisi lain, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Surabaya, Laksita Rini, menyampaikan bahwa pihaknya mengerahkan sebanyak 14 unit mobil pemadam kebakaran ke lokasi kejadian.
Kebakaran dilaporkan terjadi sekitar pukul 22.30 WIB. Api utama berhasil dipadamkan sekitar pukul 23.30 WIB, sementara proses pembasahan berlangsung hingga pukul 01.00 WIB pada Selasa (26/5/2026).
“Unit yang kami kerahkan 14 truk,” ujarnya. Laksita Rini mengungkapkan bahwa dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari korsleting pada perangkat pengisian daya baterai motor listrik.
Percikan api dari korsleting tersebut diduga memicu ledakan, mengingat baterai motor listrik menggunakan bahan lithium yang mudah terbakar. Namun demikian, ia menegaskan bahwa hal tersebut masih sebatas dugaan awal dan belum merupakan hasil resmi penyelidikan pihak kepolisian.
“Dugaan awal infonya tadi dari korsleting dari charger motor listrik. Kemungkinan itu dugaan awal ya, mungkin dari situ, kemudian gimana bahannya, kan motor listrik baterinya lithium, jadi ada kebakaran dan terjadi ledakan, dan itu cepat sekali,” katanya.
Ia juga membenarkan bahwa terdapat dua korban jiwa dalam peristiwa tersebut, yakni nenek SU dan cucunya MARP. Jenazah SU ditemukan di kamar mandi, sedangkan MARP ditemukan di lantai dua rumah yang difungsikan sebagai kos.
“Dua korban meninggal dunia. Iya kemungkinan seperti itu ya, kita juga tidak tahu, kayaknya dia mau keluar tapi api di dalam sudah membara, mungkin dia mau menyelematkan diri di kamar mandi, karena posisi akhir di kamar mandi,” pungkasnya.
Sumber: SURYA.co.id
