SMARTSURABAYA.COM – Persebaya Surabaya menutup musim Super League 2025/2026 dengan membawa pesan khusus bertuliskan “Bismillah 2027” yang langsung menarik perhatian publik dan suporter.
Tulisan tersebut terlihat pada kaos yang dikenakan skuad Bajul Ijo dalam laga penutup musim, hingga memunculkan berbagai spekulasi mengenai ambisi besar klub menuju era baru.
Di bawah arahan pelatih Bernardo Tavares, Persebaya mulai mempersiapkan banyak hal untuk menghadapi Super League musim 2026/2027. Setelah berhasil finis di posisi keempat klasemen akhir, manajemen disebut ingin menjadikan hasil musim ini sebagai pijakan penting untuk membangun tim yang lebih kompetitif pada musim berikutnya.
Persebaya Surabaya sendiri mengakhiri kompetisi di bawah Persija Jakarta, Persib Bandung, dan Borneo FC. Meski gagal bersaing dalam perebutan gelar juara, posisi empat besar tetap dianggap sebagai pencapaian yang cukup positif dan menjadi modal berharga untuk menyusun proyek jangka panjang klub.
Munculnya tulisan “Bismillah 2027” juga dikaitkan dengan momentum spesial Persebaya yang akan memasuki usia ke-100 tahun pada 2027 mendatang. Banyak pendukung menilai pesan tersebut menjadi simbol harapan sekaligus tekad besar klub untuk menyongsong era baru dengan prestasi yang lebih tinggi.
Namun hingga saat ini, Bernardo Tavares belum memberikan penjelasan secara rinci mengenai arti dari tulisan tersebut. Pelatih asal Portugal itu memilih tetap fokus pada evaluasi tim dan persiapan menghadapi musim baru dibanding membahas spekulasi yang berkembang di kalangan suporter.
Di tengah rencana besar tersebut, Persebaya juga mulai melakukan evaluasi skuad secara menyeluruh, terutama di lini depan. Salah satu nama yang dipastikan tidak akan melanjutkan kerja sama adalah Bruno Paraiba setelah kontraknya yang hanya berdurasi enam bulan tidak diperpanjang oleh manajemen.
Selama membela Bajul Ijo, Bruno Paraiba tampil dalam 11 pertandingan dengan catatan lima gol dan dua assist. Meski kontribusinya cukup membantu tim, performanya juga sempat terganggu karena masalah kebugaran yang membuatnya beberapa kali absen.
Kabar mengenai perpisahan Bruno Paraiba turut ramai diperbincangkan setelah akun X @IndosFC mengunggah informasi bahwa sang pemain dipastikan hengkang usai berakhirnya musim 2025/2026.
Seiring kepergian Bruno, sejumlah nama mulai dikaitkan dengan Persebaya untuk mengisi posisi penyerang asing musim depan. Dua pemain yang paling sering disebut adalah David da Silva dan Alex Martins.
David da Silva memang masih menjadi salah satu striker asing paling berpengalaman di Liga Indonesia. Namun situasinya tidak mudah karena pemain asal Brasil tersebut masih terikat kontrak bersama Malut United, sehingga Persebaya diperkirakan harus melakukan negosiasi besar apabila serius ingin merekrutnya.
Sementara itu, nama Alex Martins dinilai lebih realistis untuk didatangkan. Kontrak striker asal Brasil tersebut bersama Dewa United diketahui akan berakhir pada 31 Mei 2026, sehingga peluang transfer terbuka lebih lebar dibandingkan David da Silva.
Selain itu, Alex Martins juga sudah cukup mengenal atmosfer sepak bola Indonesia setelah sebelumnya bermain bersama Bhayangkara FC dan Dewa United. Faktor pengalaman tersebut dianggap menjadi keuntungan karena sang pemain diperkirakan tidak membutuhkan waktu adaptasi yang panjang apabila bergabung dengan Persebaya Surabaya.
Akun X @IndosFC bahkan menyebut bahwa Persebaya tidak ingin mengambil risiko dengan mendatangkan striker asing baru yang belum pernah bermain di Indonesia.
Manajemen disebut lebih memilih pemain yang sudah terbukti kualitasnya dan memahami karakter kompetisi Liga Indonesia.
Apabila transfer Alex Martins benar-benar terealisasi, perekrutan tersebut berpotensi menjadi salah satu langkah strategis Persebaya dalam memperkuat lini serang untuk musim depan.
Kehadirannya diharapkan mampu menambah ketajaman sekaligus meningkatkan daya saing Bajul Ijo dalam perebutan papan atas Super League.
Hingga kini, keputusan final terkait kebijakan transfer Persebaya Surabaya masih terus dinantikan publik. Suporter tentu penasaran siapa sosok penyerang utama yang nantinya akan dipilih Bernardo Tavares untuk mengawal ambisi besar klub dalam misi bertajuk “Bismillah 2027”.
Dengan berbagai rumor yang mulai bermunculan, Persebaya tampaknya ingin membangun fondasi tim yang lebih kuat demi menyambut musim baru sekaligus menatap momentum bersejarah pada 2027 mendatang.
Kini, langkah manajemen di bursa transfer akan menjadi sorotan utama para pendukung Bajul Ijo dalam beberapa waktu ke depan.
Sumber: SURYA.co.id
