SMARTSURABAYA.COM, SURABAYA – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menorehkan prestasi gemilang di panggung nasional melalui keberhasilan tata kelola ketenagakerjaan yang inklusif dan berkelanjutan. Jawa Timur dinobatkan sebagai peraih penghargaan Terbaik I Kategori Penurunan Tingkat Pengangguran dalam ajang bergengsi Apresiasi Pemerintah Daerah Berprestasi Regional Jawa-Bali yang diinisiasi oleh Kementerian Dalam Negeri. Selain piagam kehormatan, kesuksesan dalam memacu roda perekonomian daerah ini turut diganjar dengan suntikan dana insentif fiskal senilai Rp3 miliar dari pemerintah pusat. Stimulus anggaran tersebut dialokasikan sebagai bentuk apresiasi konkret atas komitmen daerah dalam melahirkan terobosan pembangunan yang berdampak langsung pada kesejahteraan sosial masyarakat.
Pemberian penghargaan tingkat regional ini diserahkan langsung oleh perwakilan pemerintah pusat kepada pucuk pimpinan tertinggi Jawa Timur dalam sebuah seremoni resmi yang berlangsung khidmat di Yogyakarta. Capaian makro yang membanggakan ini diakui tidak lepas dari integrasi kebijakan yang matang serta sinergitas lintas sektoral yang dibangun secara konsisten selama beberapa tahun terakhir. Kerja keras seluruh jajaran dinas terkait, pelaku usaha, hingga komunitas industri dinilai menjadi motor penggerak utama dalam memperluas penyerapan tenaga kerja lokal. “Alhamdulillah, untuk penurunan angka pengangguran Jawa Timur mendapatkan apresiasi ini. Ini hasil kerja semua lini dan semua elemen, dunia usaha serta dunia industri,” ungkap Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa.
Indikator keberhasilan penanganan ketenagakerjaan tersebut terekam dengan jelas melalui kalkulasi data makro yang dirilis secara berkala oleh Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur. Berdasarkan data berkala terbaru, Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Jawa Timur sukses ditekan hingga menyentuh angka 3,55 persen, mengalami tren penurunan yang signifikan jika dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya yang bertengger di angka 3,61 persen. Keadaan pasar kerja di wilayah timur Pulau Jawa ini bahkan tercatat jauh lebih stabil dan kompetitif jika dikomparasikan dengan rata-rata akumulasi TPT di tingkat nasional yang masih berada pada level 4,68 persen.
Jika ditarik dalam linimasa yang lebih panjang, tren penurunan grafik pengangguran di provinsi dengan 38 kabupaten dan kota ini menunjukkan konsistensi yang sangat positif dalam kurun waktu lima tahun terakhir. Keberhasilan menurunkan angka pencari kerja dari level awal di atas lima persen hingga mampu bertahan di angka tiga persen merupakan buah dari efektivitas program prioritas Nawa Bhakti Satya. Salah satu pilar penopang paling krusial dalam akselerasi ini adalah penguatan konektivitas secara radikal antara kurikulum lembaga pendidikan vokasi dengan spesifikasi kebutuhan riil yang diminta oleh bursa kerja modern.
Sektor pendidikan menengah kejuruan memegang peranan yang sangat vital karena tidak lagi menyumbang angka pengangguran yang tinggi, melainkan justru menjadi penyuplai utama tenaga kerja terampil yang siap pakai. Formulasi keselarasan kompetensi ini dinilai ampuh untuk memutus rantai ketidaksesuaian antara keahlian lulusan sekolah dengan dinamika perkembangan industri manufaktur maupun jasa. “Penurunan pengangguran lulusan SMK sangat signifikan. Ini menunjukkan bahwa penguatan link and match antara pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia usaha dan dunia industri semakin efektif,” pungkas Khofifah mengenai kunci keberhasilan daerahnya.
Sumber: Tribun Network
