SMARTSURABAYA.COM, SURABAYA – Manajemen Persebaya Surabaya secara mengejutkan mengambil langkah ekstrem dengan melakukan restrukturisasi besar-besaran pada komposisi legiun asing mereka menjelang bergulirnya roda kompetisi sepak bola kasta tertinggi tanah air musim baru. Teka-teki mengenai masa depan penyerang sayap andalan asal Timor Leste, Gali Freitas, kini menemui titik terang setelah dirinya dipastikan tidak lagi masuk dalam daftar rancangan taktis klub berjuluk Bajul Ijo tersebut. Keputusan radikal ini menandai dimulainya era baru di bawah kendali nakhoda taktis yang ingin membangun kerangka tim dengan filosofi bermain yang berbeda. Meskipun sang pemain sayap enerjik itu sebenarnya masih terikat ikatan kontrak kerja resmi, pihak manajemen memilih untuk menyudahi kerja sama lebih awal demi memfasilitasi kebutuhan skema permainan tim.
Keputusan pencoretan penyerang berusia muda ini diambil murni berdasarkan pertimbangan teknis objektif dari juru taktik kepala yang baru saja menukangi klub asal Kota Pahlawan tersebut. Karakter permainan eksosentris yang dimiliki pemain bertalenta itu dinilai kurang selaras dengan pakem strategi kolektif yang hendak diterapkan oleh sang pelatih, Bernardo Tavares, untuk musim kompetisi mendatang. Pihak perwakilan sang pemain kini tengah intensif menjalin komunikasi horizontal dengan manajemen klub guna merumuskan opsi pemutusan kontrak atau skema peminjaman yang saling menguntungkan. “Gali tidak masuk proyeksi Head Coach (Bernardo Tavares) musim depan. Untuk itu kami dan manajemen Persebaya sedang mencarikan solusi terbaik untuk Gali di musim depan,” ungkap agen resmi sang pemain, Aggy Eka.
Gejala penurunan peran sang pemain di atas lapangan hijau sebenarnya sudah mulai terendus sejak paruh kedua kompetisi periode sebelumnya berjalan di bawah asuhan arsitek taktis asal Portugal tersebut. Posisi sang winger kidal yang semula tak tergantikan perlahan mulai tergeser dan dirinya harus rela lebih banyak menghabiskan waktu memulai jalannya laga dari bangku cadangan pemain pengganti. Catatan statistik internal tim menunjukkan tren penurunan menit bermain yang sangat drastis, di mana sang pemain tercatat gagal menyelesaikan pertandingan secara penuh dalam belasan laga kompetitif terakhirnya. Kendati menit bermainnya dipangkas secara signifikan, dirinya tetap mampu menyumbangkan kontribusi yang cukup impresif lewat torehan enam gol serta tujuh umpan matang sepanjang musim bergulir.
Kebijakan pendepakan talenta asal Timor Leste ini sekaligus memperpanjang daftar panjang legiun asing yang dipaksa angkat kaki dari mes pemain Persebaya Surabaya pada bursa transfer kali ini. Manajemen klub dilaporkan telah resmi melepas mayoritas pemain asing mereka dari total komposisi skuad yang memperkuat armada tim pada musim kompetisi sebelumnya. Langkah cuci gudang massal ini mengonfirmasi sinyal bahwa jajaran manajemen di bawah arahan Bernardo Tavares tengah mempersiapkan perombakan skuad secara radikal dengan mendatangkan wajah-wajah baru. Keputusan berani ini diambil sebagai bentuk respons cepat manajemen demi membentuk kedalaman tim yang jauh lebih kompetitif guna memenangkan persaingan perebutan takhta juara Liga Indonesia.
Kabar mengenai perombakan skuad asing ini diprediksi akan memicu dinamika pro dan kontra di kalangan kelompok suporter fanatik Bonek Mania yang menginginkan stabilitas performa tim di lapangan. Namun, jajaran manajemen meminta publik sepak bola Surabaya untuk memberikan kepercayaan penuh kepada proses penyusunan kerangka tim baru yang sedang berjalan secara profesional. Fokus utama klub saat ini adalah segera merampungkan proses negosiasi dengan sejumlah pemain incaran baru yang memiliki karakter bermain disiplin dan bertenaga sesuai dengan kebutuhan tim pelatih. Dengan restrukturisasi internal yang berjalan masif ini, Persebaya Surabaya optimistis mampu menyajikan gaya permainan yang lebih agresif dan solid saat kompetisi resmi kasta tertinggi sepak bola tanah air kembali bergulir.
Sumber: Surya.co.id (Tribun Network)
