SMARTSURABAYA.COM, KEDIRI – Komitmen kolektif untuk memperkokoh kedaulatan ketahanan pangan nasional kembali ditegaskan melalui rangkaian peninjauan strategis terhadap infrastruktur industri manufaktur gula di Jawa Timur. Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia melakukan kunjungan kerja spesifik ke Pabrik Gula (PG) Ngadirejo di bawah naungan PT Sinergi Gula Nusantara (PT SGN) selaku subholding gula milik badan usaha milik negara. Langkah pengawasan legislatif ini ditujukan untuk memotret secara langsung dinamika operasional di lapangan serta mengevaluasi efektivitas program hilirisasi komoditas perkebunan di tingkat hilir. Otoritas parlemen menilai bahwa modernisasi pabrik serta perluasan kemitraan dengan petani tebu rakyat menjadi pilar esensial yang harus dipercepat guna melepaskan ketergantungan konsumsi domestik dari pasar impor global.
Dalam kunjungan tersebut, jajaran wakil rakyat menelusuri seluruh rangkaian alur produksi, mulai dari jembatan timbang penerimaan pasokan tebu mentah dari lahan perkebunan warga hingga menyisir area pengolahan kristalisasi gula putih rafinasi. Sektor perkebunan tebu diposisikan sebagai salah satu variabel penentu stabilitas ekonomi makro nasional yang berdampak langsung terhadap daya beli masyarakat luas. Dukungan kelembagaan dari pihak parlemen dijanjikan mengalir penuh dalam bentuk harmonisasi kebijakan regulasi dan fasilitasi anggaran bagi penguatan ekosistem industri gula terintegrasi dari hulu ke hilir. “Industri gula memiliki peran penting dalam mendukung ketahanan pangan nasional. Kami ingin melihat langsung kondisi di lapangan dan memastikan berbagai upaya peningkatan produktivitas dapat terus berjalan,” tegas Ketua Komisi VI DPR RI, Anggia Erna Rini.
Respons positif atas kunjungan kerja ini disampaikan oleh manajemen pengelola yang menganggap kehadiran otoritas legislatif sebagai dorongan moril krusial bagi keberlanjutan agenda transformasi korporasi. Perusahaan berkomitmen untuk terus meningkatkan efisiensi operasional pabrik lewat penerapan digitalisasi manajerial serta pemeliharaan berkala infrastruktur mesin giling guna menekan angka kehilangan hasil produksi. Hubungan simbiosis mutualisme dengan para petani lokal dalam hal penyediaan bibit unggul serta jaminan harga beli juga terus dioptimalkan demi merangsang gairah budidaya tebu di daerah. “Kunjungan ini menjadi dukungan positif bagi PT SGN untuk terus meningkatkan produktivitas, efisiensi operasional, dan kemitraan dengan petani tebu. Kami berkomitmen mendukung target swasembada gula dan ketahanan pangan nasional melalui transformasi yang berkelanjutan,” jelas Direktur Utama PT SGN, Mahmudi.
Guna merealisasikan target kedaulatan pangan tersebut secara konkret, korporasi pergulaan pelat merah ini telah memasang target volume penggilingan tebu yang sangat masif pada musim produksi tahun berjalan di seluruh wilayah operasionalnya. Secara spesifik, fasilitas produksi di PG Ngadirejo sendiri ditargetkan mampu memproduksi puluhan ribu ton gula kristal putih dari kapasitas pengolahan total belasan juta kuintal bahan baku tebu. Manajemen memperkirakan masa giling aktif di unit pabrik setempat akan berlangsung selama ratusan hari ke depan dengan patokan tingkat rendemen yang kompetitif. Optimalisasi kapasitas giling dari beberapa pabrik satelit di sekitarnya juga dikonsolidasikan secara ketat agar target pemenuhan pasokan logistik gula untuk wilayah Jawa Timur dan sekitarnya dapat terpenuhi secara mandiri.
Sinergi tripartit yang harmonis antara jajaran kementerian teknis, otoritas legislatif, korporasi BUMN, serta kelompok tani tebu rakyat dinilai sebagai kunci utama dalam mewujudkan daya saing industri komoditas nasional. Melalui pengawasan yang konsisten dan dukungan modal yang terarah, tantangan struktural seperti keterbatasan lahan perkebunan dan fluktuasi harga pupuk diharapkan dapat segera dicarikan solusi terbaiknya. Keberhasilan ekspansi produksi di Kediri ini diproyeksikan akan menjadi standar percontohan bagi revitalisasi pabrik-pabrik gula tua lainnya di seluruh penjuru tanah air. Dengan bergulirnya musim giling baru yang ditopang oleh kesiapan infrastruktur matang, mimpi besar Indonesia untuk mencapai swasembada manis gula nasional diharapkan dapat terwujud dalam linimasa yang telah dicanangkan.
Sumber: Surya.co.id (Tribun Network)
