SMARTSURABAYA.COM, SURABAYA – Emiten produsen plat baja terkemuka nasional, PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk, terus memacu produktivitas serta efisiensi manajerial guna mengamankan target pertumbuhan bisnis jangka panjang. Dalam forum pemaparan publik yang digelar di Surabaya, perusahaan berkode saham GDST ini melaporkan raihan omzet penjualan bersih yang cukup signifikan pada penutupan triwulan pertama tahun berjalan. Langkah korporasi ini dinilai strategis mengingat industri manufaktur logam berat tengah berada di bawah bayang-bayang tekanan volatilitas nilai komoditas internasional yang tidak menentu. Otoritas perseroan optimistis bahwa integrasi strategi perluasan pasar serta optimalisasi lini produksi baru mampu menjadi motor penggerak utama untuk memenuhi target perolehan laba bersih bersih korporasi hingga akhir tahun buku fiskal.
Meskipun laju penjualan riil pada awal tahun sempat mengalami koreksi nominal dari target kalkulasi awal, jajaran manajemen menegaskan bahwa fundamental permintaan pasar terhadap produk baja perseroan tetap berada dalam kondisi yang sehat. Penurunan nilai moneter tersebut murni dipicu oleh faktor eksternal berupa merosotnya indeks harga baja internasional secara tajam, bukan karena melemahnya daya serap pasar. Secara operasional, perseroan sukses membukukan penjualan ratusan miliar rupiah serta mengantongi laba bersih setelah pajak sebesar belasan miliar rupiah, yang didukung oleh raihan EBITDA yang solid. “Target penjualan kami hingga akhir tahun adalah Rp2,7 triliun. Dengan target laba setelah pajak 5 persen dari penjualan bersih atau Rp136 miliar,” papar Direktur PT Gunawan Dianjaya Steel Tbk, Hadi Soetjipto.
Guna mengejar sisa target performa bisnis yang dipatok hingga akhir periode, manajemen korporasi telah menyiapkan bauran strategi taktis yang berfokus pada fleksibilitas layanan pemesanan serta penguatan rantai pasok bahan baku. Perseroan memberikan keleluasaan bagi para pelanggan ritel maupun korporasi dalam menentukan kuantitas pesanan, variasi dimensi ukuran produk plat, hingga ketepatan waktu pengiriman barang. Dari sisi hulu, emiten manufaktur ini berupaya memangkas biaya operasional dengan mengamankan pasokan bahan baku slab berkos kompetitif serta skema pembayaran vendor yang lebih longgar. Kebijakan manajemen difokuskan untuk memprioritaskan pasokan dari produsen besi dalam negeri guna menekan risiko fluktuasi nilai tukar mata uang asing serta ketergantungan impor. “Termasuk diantaranya adalah semaksimal mungkin mengambil supplier dari dalam negeri,” ujar Hadi.
Kekuatan portofolio bisnis perseroan ke depan juga akan ditopang oleh proyek pengembangan infrastruktur teknologi, yakni fasilitas Plate Mill 2 yang saat ini sedang memasuki fase krusial uji coba operasional. Sejak akhir tahun lalu, unit pengolahan baru tersebut telah melakukan simulasi produksi bergantian dengan unit terdahulu, di mana hasil produk pengetesannya sukses diserap dengan baik oleh pasar lokal maupun ekspor. Kehadiran pabrik mutakhir ini diproyeksikan mampu memperluas diversifikasi variasi ukuran produk plat baja yang ditawarkan kepada konsumen industri manufaktur dan konstruksi berskala besar. Manajemen menargetkan seluruh rangkaian pengujian teknis dapat rampung tepat waktu sehingga fasilitas ini dapat segera memasuki tahap komersialisasi penuh secara masif pada akhir periode tahun ini.
Dalam upaya mempercepat perputaran arus kas internal, GDST mengambil langkah taktis dengan menempatkan pasar domestik sebagai prioritas utama penjualan, di mana segmen ini berkontribusi mendominasi omzet triwulan pertama. Sektor galangan kapal berskala besar di kawasan Batam tercatat menjadi salah satu konsumen akhir terbesar yang secara konsisten menyerap produk plat baja buatan Surabaya ini. Eksistensi jaringan distributor serta agen besi nasional yang luas diakui sangat membantu korporasi dalam memitigasi risiko kredit macet atau piutang tidak tertagih di tingkat hilir perdagangan. “Fokus pada pasar lokal ini menjadi strategi jitu manajemen dalam mengamankan perputaran arus kas agar berjalan lebih cepat. Selain itu, jaringan distributor dan agen besi nasional yang kuat ikut membantu perseroan memitigasi risiko piutang dagang di tingkat hilir,” pungkas Hadi.
Sumber: Surya.co.id (Tribun Network)
