SMARTSURABAYA.COM, JAKARTA – Sorotan tajam publik kembali mengarah pada internal institusi Direktorat Jenderal Bea dan Cukai menyusul terkuaknya fakta baru dalam persidangan kasus dugaan tindak pidana korupsi dan suap logistik internasional. Dalam sidang lanjutan yang digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta, pimpinan tertinggi korporasi logistik PT Blueray Cargo secara terbuka membeberkan adanya aliran dana tak resmi berjumlah fantastis. Di hadapan majelis hakim dan jaksa penuntut umum, saksi kunci menjabarkan tata cara pendistribusian uang pelicin yang diduga kuat ditujukan untuk mengamankan jalur arus barang impor di pelabuhan. Pengakuan mengejutkan ini seketika memicu gelombang desakan dari berbagai asosiasi usaha nasional agar pemerintah segera mengambil tindakan tegas berupa restrukturisasi total dan pencopotan pejabat yang terindikasi terlibat demi menjaga integritas ekosistem dagang.
Dinamika persidangan memanas saat tim penuntut umum membedah dokumen draf laporan keuangan dan catatan rahasia mengenai akumulasi aliran dana operasional yang digelontorkan dalam rentang waktu beberapa bulan berturut-turut. Jaksa secara detail mengonfirmasi keberadaan sandi khusus berupa kode hierarki struktural mulai dari pucuk pimpinan tertinggi kepabeanan, direktur penindakan, hingga jajaran kepala subdirektorat intelijen sebagai penerima jatah amplop haram tersebut. Aliran uang yang dikirim dalam bentuk pecahan mata uang rupiah serta mata uang asing dolar Singapura tersebut disinyalir bergerak secara terstruktur melalui perantara oknum internal di tingkat seksi intelijen. “Pemberian di bulan Juli 2025 ini akumulasinya Rp8,2 M. BC1 Dirjen Bea Cukai Jaka Budi Utama Rp3 M, BC2 Bang Rizal itu Rp2 M, BC3 Sis itu Rp1 M. Betul?” tanya Jaksa di ruang sidang, yang langsung diiyakan secara mutlak oleh terdakwa utama, John Field.
Skema pendistribusian dana upeti ini dilaporkan berjalan secara berkala setiap bulannya dengan nominal draf pembagian yang terstruktur rapi guna memastikan kelancaran operasional usaha kargo di lapangan. Pihak manajemen korporasi penyuap merasa sangat yakin bahwa seluruh paket keuangan tersebut telah terdistribusi dengan aman sesuai instruksi dan kode penamaan yang diarahkan oleh oknum perantara. Proses pengiriman yang konsisten ini diduga terus berlangsung hingga memasuki awal periode tahun berjalan sebelum akhirnya berhasil diendus dan dibongkar oleh lembaga penegak hukum. Keyakinan saksi didasarkan pada lancarnya proses birokrasi barang masuk yang didistribusikan perusahaan setelah komitmen pemenuhan logistik ilegal tersebut disetujui bersama. “Pak John memahami uang itu sampai kepada kode-kode itu sesuai dengan apa yang dibilang oleh Pak Ocoy?” cecar jaksa, yang kembali dijawab dengan konfirmasi singkat setuju oleh saksi.
Dampak dari mencuatnya kesaksian transparan di ruang pengadilan tersebut langsung memantik reaksi keras dari kalangan pelaku industri dan pengusaha komoditas hilir domestik. Praktik pungutan liar dan suap berskala masif di sektor kepabeanan dinilai sangat memukul daya saing pengusaha lokal serta merusak sistem tata niaga yang sehat di dalam negeri. Salah satu kecaman keras datang dari sektor industri manufaktur tembakau yang mendesak otoritas kementerian terkait untuk segera menonaktifkan seluruh oknum pejabat yang namanya disebut dalam draf dakwaan hukum. Langkah pencopotan jabatan strategis dipandang sangat urgen untuk mencegah potensi intervensi terhadap proses penyelidikan hukum yang sedang berjalan serta mengembalikan kepercayaan publik terhadap wibawa otoritas keuangan negara.
Melalui pengawalan kasus yang ketat di bawah meja hijau Pengadilan Tipikor, masyarakat berharap mata rantai mafia pelabuhan dapat diurai tuntas tanpa tebang pilih. Kasus ini menjadi ujian berat bagi komitmen bersih-bersih birokrasi di tubuh kementerian keuangan yang tengah gencar mempromosikan nilai akuntabilitas publik. Jajaran penegak hukum diharapkan terus mengejar ke mana saja aliran sekunder dari dana korupsi tersebut bermuara guna memaksimalkan pengembalian aset negara. Seiring dengan bergulirnya proses pembuktian di persidangan, desakan reformasi struktural di tubuh Bea Cukai diprediksi akan semakin membesar jika jajaran manajemen terkait tidak segera mengambil langkah korektif yang konkret.
Sumber: Surya.co.id (Tribun Network)
