SMARTSURABAYA.COM – Orang tua diminta tidak hanya berperan sebagai pengawas penggunaan gawai anak. Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, pakar mengungkapkan orang tua perlu menjadi digital mentor agar anak bisa menggunakan teknologi secara sehat sekaligus terhindar dari berbagai risikonya.
Dosen Psikologi Universitas Airlangga Dr Primatia Yogi Wulandari menegaskan, pengasuhan terhadap Generasi Alpha menghadapi tantangan yang berbeda dibanding generasi sebelumnya.
Orang tua kini tidak cukup hanya membatasi waktu anak bermain gawai. Mereka juga perlu memahami aktivitas anak di ruang digital, termasuk mengantisipasi kecanduan hingga perundungan siber (cyber bullying)
“Pendekatan yang paling sesuai adalah ketika orang tua mampu berperan sebagai digital mentor, bukan sekadar digital police. Guna mengajarkan penggunaan teknologi secara sehat dan aman,” ujar Primatia, Jumat (24/7/2026).
Orang tua perlu membangun komunikasi yang membuat anak nyaman bercerita tentang aktivitas maupun persoalan yang mereka hadapi, termasuk di dunia digital.
Menurutnya, anak akan lebih mudah terbuka ketika merasa didengar dan tidak langsung dihakimi. Oleh karena itu, orang tua dapat membiasakan active listening dengan mendengarkan cerita anak hingga selesai sebelum memberikan nasihat.
“Budaya komunikasi yang cenderung hierarkis antara anak dan orang tua membuat sebagian anak enggan berpendapat karena takut dianggap melawan. Padahal, memberi ruang berpendapat tidak menghilangkan kewibawaan orang tua. Justru memperkuat kelekatan (attachment) agar anak selalu mencari orang tuanya saat tertimpa masalah,” bebernya.
Selain mendampingi anak menggunakan teknologi, Primatia juga mengingatkan orang tua agar lebih bijak dalam menggunakan media sosial dan memahami literasi digital.
Tren sharenting atau membagikan konten tentang anak, menurutnya, perlu dilakukan dengan mempertimbangkan kepentingan dan privasi anak.
“Sebelum mengunggah konten tentang anak, orang tua sebaiknya mempertimbangkan kepentingan terbaik anak, hak privasi, dan jejak digital yang akan tetap ada hingga mereka dewasa,” ungkap Primatia.
Pendampingan anak, menurutnya membutuhkan kehadiran orang tua secara langsung.
“Anak tidak membutuhkan orang tua yang sempurna, melainkan orang tua yang hadir. Luangkan waktu tanpa gangguan gawai untuk mendengarkan dan mendampingi mereka, sebab keluarga yang aman adalah kunci membesarkan generasi cerdas dan sehat secara mental,” pungkasnya.
Sumber: detikjatim
