SMARTSURABAYA.COM – Pelatih Persebaya Bernardo Tavares menjadikan Piala Presiden 2026 sebagai ajang untuk membangun fondasi tim sebelum menghadapi kompetisi Liga 1 musim 2026/2027. Turnamen pramusim ini dimanfaatkan untuk mengasah permainan, membangun chemistry, sekaligus mengukur kesiapan skuad.
Diketahui, Persebaya tergabung di Grup B bersama Persija Jakarta, PSMS Medan, dan wakil Thailand, Port FC. Bajol Ijo akan mengawali kiprahnya dengan menghadapi Persija di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) Surabaya, Minggu (26/7/2026) mendatang.
Tavares menegaskan, Persebaya tetap membidik hasil terbaik dalam setiap pertandingan. Namun, di tengah persiapan yang masih terbatas dan hadirnya sejumlah pemain baru, proses membangun tim menjadi prioritas.
“Tentu kami ingin memenangkan setiap pertandingan, tetapi kami juga harus realistis melihat kondisi tim yang masih dalam proses pembentukan. Banyak pemain belum mencapai kondisi ideal, sehingga kami membutuhkan waktu untuk menyempurnakan semuanya,” ujar Tavares, Jumat (24/7/2026).
Ia juga menyoroti kondisi fisik pemain. Dengan tiga pertandingan yang harus dijalani dalam waktu singkat, rotasi diprediksi menjadi bagian penting dari strategi Persebaya selama turnamen.
“Dengan aturan delapan pergantian pemain (di Piala Presiden), besar kemungkinan kami akan memanfaatkannya. Kondisi fisik pemain saat ini memang belum sesuai dengan yang kami inginkan, sehingga rotasi menjadi hal yang penting selama turnamen,” jelasnya.
Rotasi sekaligus menjadi kesempatan bagi tim pelatih untuk melihat kemampuan seluruh pemain dalam atmosfer pertandingan sesungguhnya. Apalagi, sejumlah pemain baru Persebaya pertama kali merasakan atmosfer sepak bola Indonesia. Mereka pun dinilai masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi.
“Ada beberapa pemain yang baru pertama kali tampil di Indonesia sehingga mereka membutuhkan waktu untuk membangun chemistry dengan rekan-rekannya. Itu menjadi bagian penting dari proses yang sedang kami jalani,” tuturnya.
Selain membangun kondisi fisik dan chemistry, Tavares juga ingin menanamkan prinsip permainan yang akan menjadi identitas Persebaya sepanjang musim. Salah satu aspek yang menjadi perhatiannya adalah respons pemain ketika kehilangan penguasaan bola.
“Mereka harus aktif bergerak, memberikan dukungan kepada rekan setim, dan menjalankan transisi bertahan maupun menyerang dengan baik. Sepak bola bukan hanya soal apa yang dilakukan saat menguasai bola,” katanya.
Tavares juga menyadari intensitas pertandingan dapat membuat pemain mengalami kelelahan. Kondisi itu dinilainya wajar karena Persebaya masih berada di fase pramusim. Selain cuaca panas, para pemain juga akan diuji dengan atmosfer pertandingan di hadapan puluhan ribu Bonek dan Bonita.
Sementara terkait kesempatan bermain, lanjut Tavares, terbuka bagi pemain yang menunjukkan kualitas terbaik tanpa melihat faktor usia. Ia mencontohkan Dava Yunna yang mendapat kesempatan berlatih bersama tim utama dan tampil saat menghadapi PSIS Semarang dalam 99th Anniversary Game.
“Saya bisa memainkan pemain berusia 35 tahun jika memang layak, begitu juga pemain berusia 16 atau 17 tahun. Dava mendapat kesempatan berlatih bersama tim utama karena menunjukkan performa yang baik selama latihan. Itulah alasan dia diberi kesempatan bermain,” tegasnya.
Ia pun menyebut seluruh pemain, termasuk sejumlah wajah baru seperti Diogo Ramalho, tentu memiliki ruang untuk berkembang.
Rangkaian pertandingan Piala Presiden ini pun diharapkan dapat mempercepat proses adaptasi dan meningkatkan permainan tim.
“Target kami tetap sama, yaitu terus berkembang dari satu pertandingan ke pertandingan berikutnya. Itulah fokus utama kami selama turnamen ini,” pungkasnya.
Sumber: detikjatim
