SMARTSURABAYA.COM – Kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) mulai mengarah ke kawasan Savana Gunung Bromo, Selasa (4/8/2026) siang. Petugas gabungan masih berjibaku memadamkan api agar tidak meluas ke area tersebut.
Pranata Humas Balai Besar TNBTS, Endrip Wahyutama, mengatakan berdasarkan laporan sementara yang diterima, api dari kawasan hutan Blok Bantengan mulai bergerak ke arah savana.
“Dari informasi yang kami dapat, api mulai turun ke arah Savana. Proses pemadaman masih terus dilakukan dari berbagai elemen,” kata Endrip, Selasa (4/8/2026).
Untuk mendukung pemadaman sekaligus menjaga keselamatan wisatawan, Balai Besar TNBTS menutup sementara akses wisata menuju Gunung Bromo melalui pintu Jemplang, Poncokusumo, Kabupaten Malang.
Endrip menjelaskan, jalur Jemplang merupakan salah satu akses wisatawan dari Malang menuju kawasan Gunung Bromo yang melewati area savana. Karena itu, akses tersebut ditutup sementara hingga kondisi dinyatakan aman.
“Wisatawan yang dari Malang, akses pertama ke Gunung Bromo kan melalui Savana. Maka dari itu pintu masuk Jemplang kita tutup sementara,” ujarnya.
Meski akses Jemplang ditutup, penutupan tersebut tidak berlaku untuk seluruh kawasan wisata Gunung Bromo. Wisatawan masih dapat mengunjungi sejumlah destinasi melalui jalur alternatif dari Kabupaten Pasuruan dan Probolinggo.
“Hanya spot Savana yang kami tutup. Tetapi wisatawan bisa berkunjung ke lautan pasir, view point, dan lain sebagainya,” kata Endrip.
Endrip mengimbau wisatawan dan pendaki mematuhi arahan petugas di lapangan. Ia juga meminta masyarakat tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran, terutama saat kondisi cuaca kering.
“Kami imbau kepada wisatawan maupun pendaki untuk mematuhi arahan petugas serta tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menimbulkan kebakaran hutan,” ujarnya.
Kebakaran sejak Senin
Kebakaran hutan di Blok Bantengan, kawasan TNBTS, mulai terjadi pada Senin (3/8/2026) sekitar pukul 17.00 WIB.
Api membakar vegetasi di kawasan tersebut. Sejumlah video yang memperlihatkan kobaran api juga beredar di media sosial.
Petugas gabungan hingga kini masih melakukan pemadaman dan pengendalian api untuk mencegah kebakaran meluas ke kawasan lainnya.
Sebelumnya, Balai Besar TNBTS juga menutup sementara sejumlah akses wisata sebagai dampak kebakaran, yakni pintu masuk Jemplang dan Coban Trisula di Kabupaten Malang serta jalur Senduro di Kabupaten Lumajang.
Kepala Balai Besar TNBTS, Rudijanta Tjahja Nugraha, mengatakan penutupan akses diberlakukan sejak Senin (3/8/2026) pukul 22.00 WIB hingga batas waktu yang belum ditentukan.
“Penutupan diberlakukan sejak Senin tanggal 3 Agustus 2026 mulai pukul 22.00 WIB sampai dengan batas waktu yang belum bisa ditentukan,” ujar Rudijanta.
Menurut dia, penutupan dilakukan agar proses pemadaman dapat berlangsung optimal sekaligus mencegah risiko terhadap keselamatan wisatawan selama kebakaran masih terjadi.
Petugas gabungan masih melakukan penanganan di lapangan untuk memadamkan api dan mencegah kebakaran mencapai kawasan savana yang menjadi salah satu area ikonik di TNBTS.
Sumber: kompas.com
