SMARTSURABAYA.COM – Sebanyak 239,2 hektare hutan dan lahan di Jawa Timur terbakar selama musim kemarau ini. Jumlah itu diperkirakan terus bertambah seiring kebakaran hutan dan lahan (karhutla) saat ini, termasuk di wilayah Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS).
“Total karhutla 239,2 Ha selama musim kemarau tahun ini, jadi itu data hingga akhir Juli 2026,” kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jatim saat dikonfirmasi detikJatim, Rabu (5/8/2026).
Jumlah itu, kata Satriyo belum termasuk kebakaran lahan di kawasan Bromo. Di mana, jumlah area lahan yang terbakar di Bromo hingga siang ini tercatat seluas 10 Ha.
Satriyo menyebut, saat ini karhutla terjadi di Bromo. BPBD Jatim fokus melakukan bantuan pemadaman dengan menerjunkan relawan ke lokasi.
“Saat ini masih terpantau titik api berada di kawasan atas wilayah Watu Gede yang berbatasan dengan wilayah Kabupaten Malang dan Kabupaten Lumajang. Tim BPBD Jatim dan petugas gabungan akan melakukan pemadaman dari wilayah atas tebing dan di bawah tebing menggunakan 1 unit truk pemadam kebakaran, 1 unit truk tangki BPBD Jatim, dan 1 unit mobil L300 bermuatan tandon air,” jelasnya.
“Titik api terpantau berada di lereng Kaldera Bromo yang memiliki kontur terjal dan kondisi angin kencang,” lanjutnya.
Dalam data BPBD Jatim, kebakaran hutan dan lahan dengan dampak luasan terbesar terjadi di Blok Tempuran, Gunung Biru, Pegunungan Anjasmoro, Tahura R Soerjo Kabupaten Mojokerto pada pertengahan Juli lalu. Sebanyak 99,5 Ha hutan Tahura R Soerjo terbakar.
Selanjutnya di Desa Ngadipuro, Kabupaten Blitar. Sebanyak 50 Ha lahan terbakar pada awal Juli lalu. Lalu di Desa Sukosari Kabupaten Ponorogo, terjadi kebakaran lahan seluas 15 Ha pada pertengahan Juli lalu.
Sumber: detikjatim
