SMARTSURABAYA.COM – Bupati Situbondo, Jawa Timur, Yusuf Rio Wahyu Prayogo, memanfaatkan siaran langsung (live) di TikTok hampir setiap hari sebagai sarana menyerap aspirasi sekaligus merespons keluhan masyarakat secara cepat.
Menurut dia, cara tersebut menjadi strategi komunikasi yang efisien, terutama di tengah kebijakan pemangkasan anggaran.
Rio mengatakan, siaran langsung di TikTok menjadi bagian dari upaya “belanja masalah” untuk mengetahui berbagai persoalan yang dihadapi masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Keluhan yang diterima beragam, mulai dari keterbatasan sarana dan prasarana hingga pelayanan publik yang dinilai belum optimal. Melalui interaksi tersebut, pemerintah daerah dapat segera menindaklanjuti persoalan yang menjadi kewenangannya.
“Langkah ini diambil sebagai strategi efisien dan efektif, terutama di tengah pemangkasan anggaran, untuk menjembatani komunikasi antara pemerintah dan masyarakat sehingga cepat,” katanya kepada Kompas.com, Jumat (7/8/2026).
Rio menilai, siaran langsung juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat yang memiliki tingkat pendidikan dan pemahaman yang beragam. Dengan cara itu, pemerintah dapat memberikan penjelasan mengenai pelayanan publik maupun kewenangan pemerintah daerah.
Dia mengaku harus melayani seluruh lapisan masyarakat, termasuk warga yang kurang mampu secara ekonomi, tidak berpendidikan, atau memiliki pemahaman terbatas mengenai kewenangan pemerintah daerah.
“Ada yang memang tidak memiliki apa-apa, miskin secara ekonomi, atau tidak berpendidikan, menurut mereka bahwa segala galanya itu bupati yang bisa mengabulkan solusi,” ujarnya.
Rio mencontohkan, banyak warga menyampaikan keluhan mengenai kerusakan Jalan Nasional Pantura Situbondo-Banyuwangi maupun persoalan di bantaran sungai.
Padahal, penanganan jalan nasional dan sungai bukan merupakan kewenangan pemerintah kabupaten, melainkan pemerintah pusat maupun pemerintah provinsi.
Melalui siaran langsung tersebut, kata dia, pemerintah daerah dapat memberikan penjelasan secara langsung mengenai pembagian kewenangan sehingga masyarakat memperoleh informasi yang benar.
Rio menambahkan, pemanfaatan teknologi informasi membuat komunikasi antara pemerintah dan masyarakat menjadi lebih efektif.
Warga memperoleh respons lebih cepat, sementara pemerintah daerah dapat bekerja lebih efisien sesuai karakter kepemimpinannya yang mengutamakan kecepatan dalam menangani persoalan.
“Dari sisi masyarakat setelah kami tanya-tanya mereka happy, mereka senang karena mereka bisa berinteraksi langsung dengan pemimpinnya,” katanya.
Sumber: kompas.com
