SMARTSURABAYA.COM – Pemerintah Kabupaten Kediri, Jawa Timur, menekankan pentingnya menjaga toleransi antarumat beragama sejak dini melalui lingkungan pendidikan sebagai bagian dari upaya memperkuat kerukunan masyarakat.
Penekanan tersebut disampaikan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana saat meresmikan tiga tempat ibadah yang dibangun berdampingan di SMP Negeri 3 Grogol, Kabupaten Kediri, Rabu.
“Ini menjadi kado bagi Kabupaten Kediri dalam menjaga toleransi umat beragama,” kata Bupati di Kediri.
Tiga tempat ibadah yang diresmikan yakni Mushola Al Ikhlas, Gereja Imanuel, dan Pura Widya Loka di SMPN 3 Grogol, Kabupaten Kediri.
Keberadaan fasilitas tersebut diharapkan memberikan ruang bagi siswa untuk menjalankan ibadah sesuai keyakinan masing-masing di lingkungan sekolah.
Bupati mengatakan toleransi antarumat beragama harus terus dijaga dan diwariskan kepada generasi berikutnya.
Menurut dia, toleransi terbentuk dari sikap saling menghormati dan menjaga keharmonisan di tengah perbedaan.
“Toleransi antarumat beragama itu karakter yang sudah terbentuk, dan hari ini Kabupaten Kediri telah membuktikan,” ujarnya.
Ia menyebut semangat toleransi juga terlihat di wilayah timur Kabupaten Kediri melalui keberadaan tiga tempat ibadah yang berdampingan di SD Negeri Besowo 2, Kecamatan Kepung.
“Ini artinya Kabupaten Kediri dari timur sampai barat toleransi beragama sangat tinggi,” katanya.
Bupati juga mengapresiasi keluarga besar SMP Negeri 3 Grogol dan wali murid yang membangun tiga tempat ibadah tersebut secara swadaya dan gotong royong dalam waktu sekitar empat bulan.
Pemkab Kediri, kata dia, siap mendukung pemenuhan fasilitas pendukung lain yang masih dibutuhkan sekolah untuk menunjang kegiatan pendidikan dan peribadatan siswa.
Ia berharap toleransi beragama yang dipupuk sejak kecil nantinya juga terbawa hingga dewasa, sehingga turut menciptakan ketentraman dan ketertiban di lingkungan.
Sementara itu, Kepala SMP Negeri 3 Grogol Musiin juga mengapresiasi atas dukungan yang selama ini diberikan Pemerintah Kabupaten Kediri untuk sektor pendidikan.
Untuk ke depannya halaman tiga tempat ibadah yang dibangun di area sekolah tersebut masih terus dalam proses pembangunan, termasuk untuk pemasangan paving.
Ia juga mengatakan pendidikan tidak hanya semata untuk mengejar capaian nilai akademik, namun juga secara spiritual.
Pihaknya bersyukur, tempat ibadah yang sebelumnya masih menjadi impian kini telah berdiri.
“Kami berharap fasilitas ini dapat membentuk kualitas anak didik tidak hanya secara akademik tapi juga secara spiritual,” kata dia.
Sumber: antarajatim
