SMARTSURABAYA.COM – Bupati Jember Muhammad Fawait menemui Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto di Jakarta untuk memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah guna menekan angka kemiskinan.
“Kami datang bukan hanya membawa usulan, namun menunjukkan apa yang sudah dikerjakan di Jember, lengkap dengan data dan sistemnya, kemudian mencari peluang untuk menyinergikannya dengan program pemerintah pusat,” kata Fawait dalam keterangannya di Jember, Sabtu.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari strategi Pemkab Jember untuk memperkuat sinergi antara program daerah dan pemerintah pusat karena Bupati Jember tidak hanya membawa usulan, tetapi juga menyampaikan apa yang telah dikerjakan di Jember, lengkap dengan data, sistem pendukung, serta capaian pelaksanaannya.
“Langkah tersebut sekaligus sejalan dengan arah kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan percepatan pengentasan kemiskinan sebagai salah satu agenda utama pembangunan nasional,” tuturnya.
Bupati yang akrab disapa Gus Fawait memaparkan berbagai program yang telah berjalan di Jember, termasuk Bunga Desaku (Bupati Ngantor di Desa dan Kelurahan) dan Program Homecare, yakni mendekatkan pelayanan kesehatan dari rumah ke rumah warga rentan dan rumahhnya jauh dari akses layanan kesehatan.
“Bunga Desaku membawa pemerintah dan berbagai layanan langsung lebih dekat kepada masyarakat, ajang sosialisasi program, sarana serap aspirasi dan strategi pengendalian inflasi,” katanya.
Sedangkan melalui Homecare, pelayanan kesehatan hadir langsung ke rumah warga, khususnya masyarakat miskin dan rentan yang memiliki keterbatasan mengakses fasilitas kesehatan.
Gus Fawait menjelaskan bahwa kunjungannya ke sejumlah kementerian merupakan bagian dari strategi Pemkab Jember membangun pola hubungan pusat dan daerah yang semakin produktif.
“Kami ingin pihak kementerian melihat langsung kesiapan Jember dan kebutuhan riil masyarakat. Dari sana dicari titik temu, sehingga program pemerintah pusat dapat memperkuat apa yang sudah berjalan di daerah,” ujarnya.
Dengan pola tersebut, kementerian dapat melihat secara langsung kesiapan daerah dan kebutuhan riil masyarakat Jember. Di sisi lain, Pemkab Jember dapat mengoptimalkan berbagai program pemerintah pusat untuk memperbesar dampak program yang telah berjalan di daerah.
Persentase penduduk miskin di Kabupaten Jember tercatat sebesar 8,67 persen (atau sekitar 216,76 ribu jiwa) berdasarkan data resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jember untuk periode Maret 2025. Angka itu menunjukkan penurunan dibandingkan tahun sebelumnya yang berada di level 9,01 persen (224,77 ribu jiwa).
Paparan berbasis data tersebut mendapat apresiasi dari jajaran Kemendes PDT dan sejumlah inovasi yang dilakukan Kabupaten Jember dinilai memiliki pendekatan konkret dan langsung menyentuh kebutuhan masyarakat.
“Program-program yang telah dikembangkan di Jember juga diharapkan dapat menjadi salah satu referensi bagi kabupaten lain di Indonesia,” kata Mendes PDT Yandri Susanto.
Pemerintah pusat menargetkan kemiskinan ekstrem dapat ditekan hingga nol persen pada 2026. Selain itu, angka kemiskinan nasional terus diturunkan hingga berada pada kisaran 4,5–5 persen pada 2029.
Selain berkunjung ke Kemendes PDT, Bupati Jember juga berkunjung ke Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman. Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Jember mendapatkan arahan sekaligus timeline untuk memenuhi berbagai tahapan program bedah rumah, atau dikenal sebagai Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).
Sumber: antarajatim
