SMARTSURABAYA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya berencana menghadirkan hunian berupa rumah susun sederhana milik (Rusunami) yang ditujukan khusus bagi Generasi Z (Gen Z). Program ini menjadi salah satu upaya pemerintah dalam menjawab kebutuhan tempat tinggal yang semakin meningkat, terutama bagi generasi muda yang baru memasuki fase kehidupan berkeluarga.
Dalam hal ini, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi turut memberikan gambaran awal mengenai fasilitas serta kisaran harga rusunami yang akan dibangun, sehingga masyarakat memiliki gambaran terkait konsep hunian tersebut.
Wali Kota Eri Cahyadi menjelaskan bahwa pembangunan rusunami ini akan dilakukan di dua lokasi strategis di Kota Surabaya, yaitu kawasan Tambak Wedi dan Rungkut. Kedua lokasi tersebut dipilih dengan mempertimbangkan aksesibilitas serta potensi pengembangan wilayah di masa mendatang.
Hunian vertikal ini dirancang secara khusus untuk Gen Z yang ingin memiliki tempat tinggal sendiri dengan harga yang relatif terjangkau dibandingkan hunian komersial pada umumnya.
“Kita membuatkan rusunami untuk Gen Z yang baru menikah, terutama untuk ASN-ASN yang baru menikah dan itu orang Surabaya,” kata Wali Kota Eri.
Lebih lanjut, Wali Kota Surabaya yang akrab disapa Cak Eri Cahyadi tersebut memaparkan bahwa konsep rusunami yang akan dibangun memiliki perbedaan signifikan dibandingkan dengan rusunami yang sudah ada sebelumnya.
Jika pada umumnya unit rusunami hanya terdiri dari satu kamar, maka pada proyek ini setiap unit akan dilengkapi dengan dua kamar tidur. Hal ini dirancang untuk mengakomodasi kebutuhan pasangan muda yang berencana membangun keluarga, sehingga tetap nyaman meskipun telah memiliki anak.
“Jadi rusunami ini bukan yang punya satu kamar, tapi unitnya yang ada dua kamar. Sehingga mereka bisa tinggal di situ ketika menikah dan punya anak, jadi unitnya itu minimal dua kamar,” sebut Cak Eri.
Selain dari segi jumlah kamar, fasilitas lain yang ditawarkan juga dibuat lebih modern. Cak Eri mengungkapkan bahwa rusunami ini akan dilengkapi dengan fasilitas lift layaknya apartemen, sehingga memberikan kenyamanan lebih bagi para penghuni.
Tidak hanya itu, dari sisi harga, hunian ini dirancang agar tetap terjangkau bagi kalangan Gen Z, khususnya yang baru memulai kehidupan mandiri.
“Harganya insyaallah di bawah Rp500 juta. Ada yang Rp100 juta, ada yang Rp200 juta, dan ini masih kita hitung. Kalau diperlukan, nanti kita gunakan aset pemerintah kota untuk rumah tinggal warga Surabaya yang baru menikah,” ungkapnya.
Dalam penjelasannya, Cak Eri juga membedakan antara konsep rusunami dengan rumah susun sederhana sewa (Rusunawa).
Ia menyampaikan bahwa rusunami merupakan hunian yang dibangun oleh pihak swasta dan dapat dimiliki oleh masyarakat, sementara rusunawa dibangun oleh pemerintah kota dengan sistem sewa. Perbedaan ini juga berdampak pada tanggung jawab pemeliharaan bangunan.
“Setelah membeli dan yang merawat kan mereka (pemilik unit), kemudian bagaimana nanti mereka bersama menjaga dan merawat liftnya, di apartemen kan juga sama. Nah, kalau rusunawa kan yang membangun pemkot, yang menempati warga, yang memperbaiki pemkot,” jelasnya.
Sebagai Ketua Dewan Pengurus Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI), Cak Eri mengungkapkan bahwa fokus pada Gen Z didasarkan pada komposisi demografis Kota Surabaya yang didominasi oleh generasi tersebut. Bahkan, ia memproyeksikan bahwa pada tahun 2029, jumlah Gen Z di Surabaya dapat mencapai sekitar 80 persen dari total populasi.
Kondisi ini menjadi pertimbangan utama dalam merancang kebijakan perumahan yang relevan dengan kebutuhan generasi masa depan. Selain itu, program ini juga memiliki tujuan sosial yang lebih luas, yakni meningkatkan taraf hidup masyarakat kurang mampu di Kota Surabaya.
Cak Eri berharap generasi muda yang berasal dari keluarga dengan kondisi ekonomi terbatas dapat memperoleh kesempatan pendidikan yang lebih baik, sehingga memiliki pekerjaan yang layak dan pada akhirnya mampu memiliki hunian sendiri.
“Ketika yang hari ini ada (Gen Z) yang orang tuanya tinggal di rusunawa dan tidak bisa memiliki rumah, maka kami siapkan anak-anaknya yang kami kuliahkan sehingga bisa bekerja, mengubah nasib orang tuanya dan harapan kami bisa membeli rusunami ini. Sehingga mereka bisa mengubah kehidupannya,” harapnya.
Untuk memastikan program ini tepat sasaran, Pemkot Surabaya juga akan menetapkan sejumlah persyaratan bagi calon pembeli rusunami.
Salah satu syarat utama adalah merupakan warga Kota Surabaya serta termasuk dalam kategori Gen Z yang berasal dari keluarga kurang mampu. Selain itu, status pernikahan dan kepemilikan rumah juga akan menjadi pertimbangan dalam proses seleksi.
“Karena nanti kita cek, dia termasuk warga kurang mampu atau tidak. Kemudian apakah dia termasuk Gen Z yang baru menikah dan memiliki rumah atau tidak? Jadi sejauh itu nanti yang akan kita lakukan,” tandasnya.
Secara keseluruhan, rencana pembangunan rusunami untuk Gen Z ini menunjukkan komitmen Pemkot Surabaya dalam menyediakan hunian yang terjangkau sekaligus layak bagi generasi muda.
Program ini tidak hanya berfokus pada penyediaan tempat tinggal, tetapi juga menjadi bagian dari strategi jangka panjang dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menciptakan mobilitas sosial yang lebih baik.
Dengan adanya kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, dan pihak terkait, diharapkan program ini dapat berjalan efektif serta memberikan manfaat nyata bagi warga Surabaya, khususnya generasi muda yang sedang membangun masa depan mereka.
Sumber: Surabaya.go.id
