Skip to content
Radio Smart Surabaya

Radio Smart Surabaya

Kanal Bisnis dan Ispirasi

  • Internasional
  • Nasional
  • Bussines Today
  • Daerah
  • Healthy
  • Lifestyle
  • Radio Talkshow
  • Toggle search form
  • Harga Minyak Dunia Anjlok Usai Donald Trump Umumkan Gencatan Senjata Bussines Today
  • Prioritas Warga Lokal, Pemkot Surabaya Perluas Akses Kerja dan Ekspor Bussines Today
  • Pemkot Surabaya Gandeng PJS, Percepat Integrasi Sistem Parkir Digital Daerah
  • Bagi Warga Yang Belum Verifikasi DTSEN, Pemkot Surabaya Terapkan Sanksi Administratif Daerah
  • Pembangunan Infrastruktur Jadi Strategi Surabaya Tekan Angka Kemiskinan Daerah
  • Gaungkan Semangat Toleransi, Wako Surabaya Gandeng Pendeta Se-Surabaya Realisasikan “Kampung Pancasila” Daerah
  • Dispendik Surabaya Tegaskan Siswa SMP Dilarang Bawa Motor Daerah
  • Pemkot Surabaya Rencanakan Perluasan Titik dan Durasi Car Free Day Daerah

Ultimatum Trump ke Iran Picu Ketegangan Global, Jembatan Strategis Ditutup

Posted on April 7, 2026 By Putri Anjelina No Comments on Ultimatum Trump ke Iran Picu Ketegangan Global, Jembatan Strategis Ditutup

SMARTSURABAYA.COM – Ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk menghancurkan Iran dalam waktu singkat memicu reaksi dari berbagai pihak internasional. Sejumlah negara mulai merespons kemungkinan terburuk jika Iran melakukan serangan balasan terhadap Amerika Serikat.

Perkembangan terbaru, Jembatan King Fahd Causeway yang menghubungkan Arab Saudi dan Bahrain ditutup lebih awal pada Selasa (7/4/2026). Otoritas King Fahd Causeway mengumumkan kebijakan tersebut melalui unggahan di platform X.

Dalam pernyataannya, disebutkan bahwa arus kendaraan “dihentikan sebagai tindakan pencegahan” setelah adanya serangan Iran yang menargetkan Provinsi Timur Arab Saudi. Jembatan sepanjang 25 kilometer itu merupakan satu-satunya jalur darat yang menghubungkan Bahrain yang menjadi markas Armada ke-5 Angkatan Laut AS dengan Semenanjung Arab.

Penutupan ini terjadi setelah Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, mengeluarkan ultimatum kepada Iran agar membuka kembali Selat Hormuz.

Dalam konferensi pers di Gedung Putih pada Senin (6/4/2026), Trump menyampaikan ancaman keras bahwa Iran akan dihancurkan dalam waktu singkat jika tidak memenuhi tuntutan Washington. Ia juga menolak anggapan bahwa langkah tersebut termasuk kejahatan perang.

“Seluruh negara itu bisa dilenyapkan dalam satu malam, dan itu bisa jadi besok malam,” ujar Trump, dikutip AFP.

Trump menegaskan bahwa Iran harus menyepakati perjanjian yang menjamin “kebebasan lalu lintas minyak” di Selat Hormuz. Jika tidak, ia memperingatkan akan terjadi “penghancuran total, dan itu akan terjadi dalam periode empat jam.”

“Setiap jembatan di Iran akan dihancurkan pada pukul 12 malam besok, di mana setiap pembangkit listrik di Iran akan berhenti beroperasi, terbakar, meledak, dan tidak akan pernah bisa digunakan lagi,” lanjutnya.

Selain itu, Trump juga mempertimbangkan kebijakan tarif terhadap kapal pengangkut minyak yang melintasi Selat Hormuz, jalur strategis yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia.

Pernyataan keras tersebut muncul hanya beberapa jam setelah ia menyebut proposal gencatan senjata dengan Iran sebagai “langkah yang sangat signifikan.”

“Itu belum cukup baik, tetapi itu adalah langkah yang sangat signifikan,” kata Trump kepada wartawan.

Namun, media pemerintah Iran melaporkan bahwa Teheran menolak usulan gencatan senjata tersebut, yang mereka sebut sebagai “proposal Amerika.”

Di tengah situasi yang memanas selama 38 hari terakhir, berbagai negara kini berupaya mencari jalan diplomatik untuk meredakan konflik. Menanggapi ultimatum Trump, pakar hubungan internasional dari Universitas Padjadjaran, Dina Sulaeman, menilai bahwa tanpa ultimatum pun Amerika Serikat dan Israel tetap melanjutkan serangan terhadap Iran hingga saat ini.

Menurut Dina, sasaran serangan tersebut meliputi infrastruktur sipil, permukiman warga, hingga kilang minyak. Terkait kemungkinan eskalasi yang lebih besar, ia menilai Amerika Serikat juga mempertimbangkan kapasitas militernya yang mulai terbatas, sementara Iran telah memberikan ancaman balasan yang signifikan.

“Sebenarnya yang penting respon dari Iran ya. Ketika Iran merespons kalau diserang akan membalas dengan jauh lebih keras,” kata Dina dikutip dari Kompas TV pada Selasa (7/4/2026).

Pernyataan tersebut diperkuat oleh juru bicara IRGC yang menyebut bahwa kawasan akan menjadi neraka jika Iran diserang.

“Itu kalimat terakhirnya ya, kawasan akan menjadi neraka. Artinya ini ada tarik ulur nih, siapa yang lebih kuat, siapa yang lebih berani,” katanya.

Dina menambahkan bahwa Amerika Serikat tentu akan mempertimbangkan risiko tersebut sebelum mengambil langkah lebih jauh. “Sekarang saja sudah balasannya sudah luar biasa, terutama ke Israel juga jauh lebih masif,” katanya.

Atas dasar itu, Dina menilai ancaman Trump untuk melakukan serangan besar-besaran lebih sebagai bentuk tekanan atau gertakan politik. “Kalau eskalasi besar-besaran saya pikir gertakan. Tapi kalau menyerang ya masih berlanjut sampai hari ini,” tegasnya.

Terkait ancaman terhadap pembangkit listrik Iran, Dina menyebut bahwa negara tersebut telah mengantisipasi kemungkinan tersebut dengan mendistribusikan fasilitas energi di berbagai lokasi.

“Karena kalau dari sisi pembangkit listrik itu juga tersebar, jadi tidak hanya terpusat di satu titik saja. Sehingga kalau betul-betul Iran diserang pembangkit listriknya, situasi secara keseluruhan di Iran masih bisa teratasi karena pembangkit listriknya ada di banyak titik,” katanya.

Di sisi lain, ia mengingatkan bahwa serangan semacam itu berisiko memicu balasan yang setara atau bahkan lebih besar dari Iran.

“Berarti kan yang terancam negara-negara di kawasan ya, pembangkit listrik di Teluk juga terancam akan diserang juga sebagai serangan balasan oleh Iran. Nah, sekarang Amerika Serikat tentu, dan saya meyakini bahwa di balik layar back channel diplomasi itu berjalan ya. Karena negara-negara itu pasti ketakutan kalau itu terjadi. Sekarang saja ekonomi sudah sangat sulit, apalagi kalau harus menghadapi pembangkit listrik yang hancur jika mendapatkan serangan balasan dari Iran,” tukasnya.

Secara keseluruhan, situasi ini menunjukkan ketegangan yang masih tinggi dengan potensi eskalasi yang tetap terbuka, meskipun upaya diplomasi di balik layar diyakini terus berlangsung untuk mencegah konflik yang lebih luas.

Sumber: SURYA.co.id

Internasional, News Update, Ordinary News Tags:Amerika Serikat, Ancaman AS, Donald Trump, Geopolitik, Internasional, Iran, Konflik Global, Konflik Timur Tengah, Selat Hormuz, Ultimatum AS

Post navigation

Previous Post: Pemkot Surabaya Siapkan Rusunami Terjangkau untuk Gen Z
Next Post: Persebaya Surabaya Terancam Tampil Pincang Lawan Persija Jakarta di GBK

Related Posts

  • Dukung Digitalisasi Layanan Kesehatan, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya Gandeng Trustmedis Bussines Today
  • Sinergi Baru Seni Budaya Surabaya Dorong Kolaborasi Lewat Forum Triadik Daerah
  • Tren Berbahaya Minum Oli Disorot, Ahli Sebut Setara Racun Industri Healthy
  • Tak Cukup USG, Dokter Ungkap Peran Pemeriksaan Fetomaternal Untuk Deteksi Dini Kelainan Janin Healthy
  • Konflik Timur Tengah Memanas, Donald Trump Klaim Perang Segera Berakhir Internasional
  • Persebaya Surabaya Terancam Tampil Pincang Lawan Persija Jakarta di GBK Nasional

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Alamat Redaksi : Kupang Gunung Timur V Raya no 9A Surabaya

Alamat Studio : Lobby Area Tribun Pekanbaru Jalan Imam Munanadar No. 383 Pekanbaru Kontak Studio : 0811 757 1018

Kontak Kerjasama : Didin 0816-5451-719

  • Program ASRI Jadi Strategi Baru Pemkot Surabaya Wujudkan Kantor Pelayanan Nyaman Daerah
  • Waspada Mikroplastik, Orang Tua Diminta Lebih Selektif Pilih Mainan Anak Daerah
  • Perluas Akses Pendidikan, Surabaya Siapkan Tiga PAUD Negeri Baru untuk MBR Daerah
  • Surabaya Sinergikan Orang Tua dan Sekolah Lindungi Anak di Dunia Digital Daerah
  • Penertiban Angkot di Surabaya Picu Aksi Protes, Dishub Lakukan Mediasi Daerah
  • Pemkot Surabaya Tertibkan Pasar Simorejo Timur, Bangunan Ilegal Dibongkar Daerah
  • Sinergi Baru Seni Budaya Surabaya Dorong Kolaborasi Lewat Forum Triadik Daerah
  • Wali Kota Eri Cahyadi Sidak TPS: Tegaskan SOP Baru, Sampah Kasur Hingga Truk Liar Bakal Disanksi Uncategorized

Copyright © 2026 Radio Smart Surabaya.

Powered by PressBook News WordPress theme

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by