SMARTSURABAYA.COM – Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menghadiri kegiatan halalbihalal yang digelar bersama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) dan Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SMP negeri maupun swasta di lingkungan Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Dispendik tersebut juga dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, di antaranya Kepala Dispendik Kota Surabaya Febrina Kusumawati, Ibunda Guru Kota Surabaya Rini Indriyani, serta Asisten III Bidang Administrasi Umum Pemkot Surabaya Anna Fajriatin.
Kehadiran berbagai unsur pemangku kepentingan ini menunjukkan kuatnya komitmen bersama dalam memajukan sektor pendidikan di Kota Pahlawan. Dalam sambutannya, Wali Kota Eri Cahyadi menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada seluruh anggota MKKS dan K3S yang dinilai telah memberikan kontribusi nyata dalam membawa perubahan positif bagi dunia pendidikan di Surabaya.
Ia menilai peran kepala sekolah sangat strategis dalam meningkatkan kualitas pembelajaran dan tata kelola pendidikan. Pada kesempatan tersebut, Eri juga memberikan perhatian khusus terhadap beban administratif yang selama ini ditanggung para guru, khususnya terkait penyusunan laporan kinerja bulanan.
Menurut Wali Kota Eri, kewajiban membuat laporan kinerja secara rutin justru berpotensi mengurangi fokus utama guru dalam menjalankan tugasnya sebagai pendidik.
Ia menegaskan bahwa peran utama guru adalah membentuk dan mengembangkan kemampuan akademik serta karakter siswa, sehingga waktu yang dimiliki seharusnya lebih banyak dialokasikan untuk kegiatan pembelajaran.
“Karena tugasnya seorang guru itu adalah mengubah anak-anak ini dalam bidang keilmuan, jadi jangan sampai waktunya guru itu habis hanya karena membuat laporan. Nah ini harus diubah, jadi (membuat laporan) jangan lagi nanti pakai manual,” kata Wali Kota Eri.
Sebagai solusi atas permasalahan tersebut, Eri Cahyadi mendorong Dinas Pendidikan Kota Surabaya untuk segera beralih ke sistem digital dalam pengelolaan laporan kinerja guru. Ia menilai digitalisasi akan membantu menyederhanakan proses administrasi, sehingga lebih efisien dan tidak memakan waktu yang berlebihan.
Dengan penerapan sistem berbasis teknologi, diharapkan para guru dapat lebih optimal dalam menjalankan fungsi utamanya sebagai tenaga pendidik tanpa terbebani oleh pekerjaan administratif yang berulang.
Selain membahas efisiensi administrasi, pada momentum tersebut Wali Kota Eri juga mengajak seluruh pihak untuk menciptakan inovasi baru dalam dunia pendidikan di Surabaya.
Ia menekankan pentingnya kolaborasi antara Dispendik dengan MKKS dan K3S, baik dari jenjang SD maupun SMP, serta dari sekolah negeri dan swasta. Menurutnya, inovasi yang dihasilkan secara bersama akan lebih relevan dan berdampak langsung terhadap kebutuhan siswa.
“Ayo menciptakan sesuatu yang baru, nanti ayo digeber bareng. Saya minta tolong Kadispendik hari ini mensuport betul K3S dan MKKS ini membuat kegiatan, sesuatu yang bermanfaat untuk murid-murid dan anak didik kita di Surabaya,” ujarnya.
Lebih lanjut, Wali Kota yang akrab disapa Cak Eri ini berharap agar gagasan inovatif tersebut dapat segera direalisasikan dalam waktu dekat, bahkan ditargetkan dalam kurun waktu satu bulan ke depan.
Ia juga menaruh harapan besar agar inovasi yang lahir dari para pendidik di Surabaya tidak hanya berdampak lokal, tetapi juga mampu menjadi contoh atau role model bagi daerah lain di Indonesia dalam mengembangkan sistem pendidikan yang lebih baik.
“Karena panjenengan lah (para guru) yang menciptakan anak-anak bangsa, menciptakan wali kota-wali kota berikutnya, presiden-presiden berikutnya, gubernur-gubernur berikut. Maka dari itu sayang ingin itu (inovasi) muncul dari panjenengan,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, menyampaikan harapannya agar kegiatan halalbihalal ini tidak sekadar menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga mampu memperkuat sinergi antara pemerintah daerah dengan seluruh elemen pendidikan.
Ia menilai kolaborasi yang solid antara Dispendik, kepala sekolah, dan para pemangku kepentingan lainnya merupakan kunci dalam menciptakan sistem pendidikan yang berkualitas dan berkelanjutan di Surabaya.
“Melalui kegiatan ini mudah-mudahan bisa menjadi sinergi yang luar biasa,” pungkasnya. Melalui pertemuan ini, Pemkot Surabaya kembali menegaskan komitmennya untuk terus melakukan pembenahan di sektor pendidikan, baik dari sisi kebijakan, sistem administrasi, maupun inovasi pembelajaran.
Dengan dukungan semua pihak, diharapkan kualitas pendidikan di Surabaya semakin meningkat dan mampu melahirkan generasi unggul yang siap menghadapi tantangan masa depan.
Sumber: Surabaya.go.id
