SMARTSURABAYA.COM – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus memperkuat pelaksanaan imunisasi campak sebagai langkah nyata dalam melindungi anak-anak dari risiko penyakit menular yang berbahaya.
Upaya tersebut dilakukan secara berkelanjutan melalui kolaborasi bersama Bunda PAUD Kota Surabaya, Rini Indriyani, guna meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya imunisasi sejak usia dini.
Dalam rangka mendukung program tersebut, Bunda Rini turun langsung meninjau kegiatan imunisasi di Pos PAUD Terpadu (PPT) Melati, Jalan Kejawan Lor, Kelurahan Kenjeran, Kecamatan Bulak, pada Rabu (6/5/2026) pagi.
Peninjauan ini difokuskan pada wilayah yang tingkat cakupan imunisasinya masih tergolong rendah, sehingga diperlukan pendekatan lebih intensif kepada para orang tua agar semakin yakin membawa anak mereka untuk imunisasi.
Selain dilaksanakan di PPT Melati, layanan imunisasi campak juga digelar secara serentak di 153 kelurahan dan 31 kecamatan di seluruh Kota Surabaya.
Dalam kesempatan tersebut, Bunda Rini menyampaikan bahwa tantangan terbesar dalam pelaksanaan imunisasi campak, khususnya untuk anak usia 3 hingga 4 tahun di tingkat PPT, bukan berasal dari anak-anak itu sendiri, melainkan dari rasa khawatir berlebihan yang dialami sebagian orang tua.
Menurutnya, kondisi tersebut sering memengaruhi psikologis anak sehingga menjadi takut saat hendak diimunisasi.
“Kami melakukan pendekatan secara manusiawi dan psikologis. Kadang kendalanya adalah ibunya yang lebih heboh atau takut dibanding anaknya, sehingga anak ikut tidak tenang. Kami hadir untuk meyakinkan bahwa imunisasi ini adalah langkah preventif agar anak-anak terhindar dari penyakit yang tidak terduga,” ujar Bunda Rini.
Ia juga mengingatkan para ibu agar lebih disiplin memeriksa buku Kesehatan Ibu dan Anak (KIA) berwarna merah muda yang berfungsi sebagai panduan jadwal imunisasi dasar anak.
Menurutnya, buku tersebut sangat penting untuk memastikan seluruh tahapan imunisasi terpenuhi sesuai jadwal. Bahkan, Bunda Rini menyarankan para orang tua memanfaatkan alarm di telepon genggam sebagai pengingat agar tidak melewatkan jadwal imunisasi anak.
“Jangan sampai karena kesibukan rumah tangga, hak anak untuk mendapatkan kekebalan tubuh jadi terabaikan,” tegasnya.
Bunda Rini menjelaskan bahwa penguatan imunisasi campak menjadi sangat penting karena terdapat laporan kasus kematian anak akibat komplikasi campak di sejumlah wilayah lain.
Ia menilai, masih banyak masyarakat yang menganggap campak sebagai penyakit biasa seperti cacar ringan, padahal jika tidak dicegah dan ditangani dengan baik, penyakit tersebut dapat menimbulkan komplikasi serius hingga mengancam nyawa anak.
“Ada informasi dari Dinas Kesehatan bahwa terdapat 17 kasus meninggal dunia (di wilayah lain). Ini membuktikan bahwa dampak campak bisa sangat berbahaya jika tidak diantisipasi sejak dini,” ungkapnya.
Karena itu, ia mengimbau para ibu di Kota Surabaya yang memiliki anak balita dan belum melengkapi imunisasi campak maupun imunisasi dasar lainnya agar segera mendatangi fasilitas kesehatan terdekat.
Menurutnya, imunisasi merupakan bentuk perlindungan awal yang sangat penting untuk menjaga kesehatan serta mendukung tumbuh kembang anak secara optimal di masa depan.
“Saya menitipkan pesan kepada mama-mama bahwa imunisasi apapun itu penting sebagai upaya preventif untuk mencegah anak-anak terkena penyakit, yang bisa menganggu tumbuh kembangnya di masa depan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Surabaya, dr. Billy Daniel Messakh, mengungkapkan bahwa hingga awal Mei 2026, capaian Imunisasi Dasar Lengkap (IDL) di Kota Surabaya telah mencapai 37,23 persen.
Angka tersebut setara dengan sekitar 11.446 anak dari total target tahunan sebanyak 30.797 anak yang ditetapkan hingga Desember 2026 mendatang. Menurut dr. Billy, secara keseluruhan capaian tersebut masih berada dalam jalur target yang telah ditentukan setiap bulan.
Namun demikian, pihaknya masih menghadapi sejumlah tantangan di lapangan, terutama tingginya mobilitas masyarakat di beberapa wilayah Surabaya bagian utara. Kondisi itu menyebabkan sebagian sasaran imunisasi tidak berada di tempat saat jadwal pelaksanaan berlangsung.
“Secara data, progres kita sudah sesuai target bulanan. Namun, tantangan utama kami adalah tingginya mobilisasi warga, terutama di wilayah utara yang sering bepergian ke luar kota, sehingga terkadang ada sasaran yang tidak hadir saat hari pelaksanaan,” jelas dr. Billy.
Terkait adanya kekhawatiran masyarakat mengenai Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), dr. Billy menegaskan bahwa Pemkot Surabaya telah menyiapkan langkah penanganan cepat dan seluruh layanan tersebut diberikan secara gratis.
Ia meminta masyarakat tidak menjadikan KIPI sebagai alasan untuk menolak imunisasi, karena manfaat perlindungan yang diberikan jauh lebih besar dibandingkan risiko efek samping ringan yang mungkin muncul.
“Jika ada reaksi pasca imunisasi, segera lapor. Petugas kami akan langsung menangani secara gratis. Jangan jadikan KIPI sebagai alasan untuk tidak mengimunisasikan anak, karena manfaat proteksinya jauh lebih besar,” pungkasnya.
Melalui penguatan imunisasi campak ini, Pemkot Surabaya berharap kesadaran masyarakat terhadap pentingnya imunisasi dasar anak semakin meningkat. Dengan cakupan imunisasi yang merata dan lengkap, diharapkan anak-anak di Kota Pahlawan dapat tumbuh lebih sehat, terlindungi dari penyakit menular berbahaya, serta memiliki kualitas kesehatan yang lebih baik di masa mendatang.
Sumber: Surabaya.go.id
