SMARTSURABAYA.COM – Provinsi Jawa Timur mengirim sekitar 200 seniman muda ke Istana Kepresidenan Jakarta dalam rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI. Ratusan seniman itu akan menampilkan berbagai ragam kesenian tradisional khas Jawa Timur.
Tim kesenian tersebut merupakan binaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Jawa Timur yang mendapat undangan khusus dari Sekretariat Negara. Mereka terdiri atas delegasi tari dan musik yang sebelumnya melalui proses kurasi oleh tim Pemprov Jatim.
Kepala Disbudpar Jatim Evy Afianasari mengatakan, pihaknya diminta menyiapkan sekitar 200 penari serta tim pemusik untuk mengisi rangkaian Gelar Seni Budaya di Istana.
“Jadi, hal ini juga sudah diketahui oleh Ibu Gubernur, dan Ibu Gubernur memerintahkan kepada kami untuk mempersiapkan dua delegasi, satu tim kesenian tari dan satu tim kesenian musik,” kata Evy saat dikonfirmasi, Selasa (11/8/2026).
Evy menyebut, para seniman yang terpilih didominasi generasi muda dari sejumlah daerah. Salah satunya seniman cilik asal Tulungagung yang sebelumnya pernah tampil di Gedung Negara Grahadi pada 2024.
Dalam penampilannya, tim tari akan membawakan medley kesenian khas Jawa Timur, mulai Jaranan Sentherewe Tulungagung, Topeng Malang, Remo Branjangkawat, Glipang Probolinggo hingga Jaripah Banyuwangi.
Sementara itu, tim musik merupakan gabungan seniman dari UNESA dan STKW. Mereka akan mengiringi rangkaian acara dengan konsep musik tradisional kontemporer. Sejumlah lagu seperti “Rek Ayo Rek”, “Lir-Ilir”, dan “Tanduk Majeng” akan dikemas dengan sentuhan modern.
“Tarian akan tampil di depan Presiden. Sedangkan tim musik mengiringi tamu yang masuk halaman istana,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Kurator seni Jatim, Joko Winarko menilai kesempatan tampil di Istana menjadi ruang penting bagi seniman muda untuk menunjukkan kemampuan sekaligus membangun jejaring.
Menurutnya, undangan tersebut menjadi tantangan sekaligus kebanggaan karena seniman muda Jatim mendapat kesempatan tampil di panggung nasional dan bertemu dengan seniman dari berbagai daerah.
“Talenta-talenta muda Jawa Timur itu butuh ruang. Ini bukan hanya ruang ekspresi, tetapi juga ruang pertemuan dan silaturahmi antarseniman,” kata Joko.
Evy menambahkan, sebelum diberangkatkan ke Jakarta, tim kurator pusat dan mentor turut menyaksikan latihan. Hasil evaluasi menyatakan penampilan para seniman sudah memenuhi standar dan tidak memerlukan perbaikan berarti.
“Artinya mereka berhak tampil pada hari H nanti dan akan memberikan yang terbaik bagi tamu undangan negara yang hadir dalam upacara di Istana,” tandasnya.
Sumber: detikjatim
