SMARTSURABAYA.COM – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyatakan upaya memberantas kemiskinan, kebodohan, perpecahan, dan hoaks merupakan bentuk perjuangan di era modern yang harus terus dijalankan sebagai usaha menjaga kedaulatan bangsa.
Khofifah seusai menghadiri Peringatan Hari Veteran Nasional Tingkat Provinsi Jawa Timur di Pendopo Agung, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Rabu, mengatakan, warisan semangat perjuangan dari para veteran perlu dirawat dengan pengimplementasian yang menyesuaikan pada munculnya tantangan di era sekarang.
“Kita belajar dari para veteran tentang keberanian, kedisiplinan, dan keikhlasan, untuk perjuangan saat ini metodenya maupun segmennya berbeda karena peperangan ditujukan melawan kebodohan, hoaks, kemiskinan, serta perpecahan,” kata Khofifah.
Meski lawan yang dihadapi berbeda, Khofifah menyampaikan bahwa esensi semangat perjuangan tetap sama, karena telah menyangkut kehidupan seluruh anak bangsa.
Maka dari itu, masyarakat diingatkan oleh dia supaya tetap memegang teguh kegotongroyongan sebagai motor perjuangan, misalnya membantu menguatkan pendidikan karakter, wawasan kebangsaan, pengamalan nilai Pancasila, dan semangat bela negara kepada anak muda.
Tugas mendidik, kata dia, buka hanya menjadi keharusan bagi para guru tetapi komunitas masyarakat dan pemerintah di seluruh daerah di Jawa Timur.
“Kami menginginkan pemuda Jawa Timur menjadi generasi yang cerdas, berkarakter, berdaya saing, sekaligus memiliki akar kebangsaan yang kuat dengan senantiasa menjunjung tinggi nilai Pancasila,” ujar dia.
Pada kesempatan itu, Khofifah juga dianugerahi Bintang LVRI. Penganugerahan penghargaan itu lantaran Khofifah dinilai menunjukkan komitmen meneruskan nilai perjuangan yang sudah ditunjukkan oleh para veteran, seperti dalam merawat kehidupan bangsa dan negara.
Khofifah menyampaikan penghargaan ini menjadi motivasinya bagi dirinya untuk terus menggelorakan semangat perjuangan kepada setiap masyarakat di Jawa Timur.
“Tentu saya menyampaikan rasa terima kasih, penghargaan ini menjadi penguatan sekaligus pendorong untuk tetap berjuang dan membela kemerdekaan,” tutur dia.
Sumber: antarajatim
