SMARTSURABAYA.COM – Dinas Sosial Kota Kediri, Jawa Timur, mengumpulkan ribuan bantuan kemanusiaan dari masyarakat dan berbagai elemen di Kediri, untuk membantu para korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Kepala Dinas Sosial Kota Kediri Imam Muttakin mengatakan bantuan datang dari berbagai masyarakat dan dikumpulkan di kantor Dinsos. Seluruh bantuan yang telah terkumpul tersebut dimuat ke dalam armada truk dan dijadwalkan diberangkatkan menuju NTT pada Kamis (20/8) pagi.
“Alhamdulillah, seluruh bantuan yang terkumpul malam ini sudah selesai kita data dan dimuat ke armada truk. Sesuai rencana, armada akan langsung kami berangkatkan besok pagi pukul 07.00 WIB,” kata Imam di Kediri, Rabu.
Ia mengungkapkan, hingga Rabu (19/8) pukul 21.00 WIB, seluruh bantuan yang terkumpul telah didata dan dipusatkan di Kantor Dinas Sosial Kota Kediri untuk selanjutnya disalurkan kepada warga terdampak bencana.
Bantuan tersebut difokuskan untuk memenuhi kebutuhan dasar pengungsi, nutrisi anak, perlengkapan kelompok rentan serta kebutuhan sanitasi dan kebersihan.
Logistik makanan dan nutrisi yang terkumpul antara lain 1.362 bungkus mi instan, 744 makanan siap saji, 425 saus, 368 air mineral, 303 biskuit, 249 makanan bayi, 120 susu UHT, 30 sarden, dan 12 minyak goreng.
Sementara itu, bantuan untuk kebutuhan pengungsian dan kelompok rentan terdiri atas 357 popok anak, 250 selimut, 164 pembalut, 50 terpal, 36 tenda gulung, dan 15 popok dewasa.
Ada juga untuk kebutuhan sanitasi dan kebersihan yakni terdapat 154 deterjen, 50 kilogram beras, 25 sabun, serta masing-masing 10 pasta gigi dan sikat gigi.
Imam mengatakan penerimaan bantuan masih dibuka hingga Kamis (20/8) pagi sebelum armada diberangkatkan. Warga yang ingin memberikan donasi dapat menyerahkannya langsung ke Kantor Dinsos Kota Kediri.
“Kami mengapresiasi kepedulian masyarakat Kota Kediri dan berbagai elemen yang bergerak cepat membantu saudara-saudara kita yang terdampak bencana di NTT,” ujarnya.
Pemkot Kediri berharap bantuan tersebut dapat segera diterima dan dimanfaatkan untuk memenuhi kebutuhan warga yang terdampak bencana.
Pemerintah pusat juga menyalurkan dana senilai Rp44 miliar untuk penanganan bencana di wilayah yang terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan masih membuka ruang penambahan anggaran sesuai hasil evaluasi perkembangan kecukupan dana kebutuhan di lapangan.
Kementerian Keuangan melalui Direktorat Jenderal Perimbangan Keuangan (DJPK) terus memantau kondisi keuangan pemerintah daerah yang terdampak bencana.
Pemantauan dilakukan untuk memastikan pemerintah daerah memiliki dukungan pendanaan yang memadai untuk membantu masyarakat terdampak.
Sementara itu, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan jumlah korban gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus bertambah. Total terdapat 71 korban meninggal sejak 15-19 Agustus 2026.
Sumber: antarajatim
