Skip to content
Radio Smart Surabaya

Radio Smart Surabaya

Kanal Bisnis dan Ispirasi

  • Internasional
  • Nasional
  • Bussines Today
  • Daerah
  • Healthy
  • Lifestyle
  • Radio Talkshow
  • Toggle search form
  • Surabaya Sinergikan Orang Tua dan Sekolah Lindungi Anak di Dunia Digital Daerah
  • Gerobak Sampah Dilarang Parkir di TPS, DLH Surabaya Ambil Tindakan Tegas Daerah
  • Persebaya Surabaya Diperkuat Bruno Paraiba, Siap Hadapi Persita Tangerang Nasional
  • Pemkot Surabaya Perkuat Pengelolaan Fasilitas Umum Lewat Penyerahan PSU Daerah
  • Penertiban Angkot di Surabaya Picu Aksi Protes, Dishub Lakukan Mediasi Daerah
  • Penataan BUMD Surabaya Ditekankan untuk Tingkatkan Pelayanan Publik Bussines Today
  • Mahasiswi Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya Ukir Prestasi di Kejuaraan Jujitsu SLC Cup 2026 Daerah
  • Sistem Terintegrasi Surabaya Tekan Warga Penunggak Nafkah, Layanan Publik Dibatasi Daerah

Tak Cukup USG, Dokter Ungkap Peran Pemeriksaan Fetomaternal Untuk Deteksi Dini Kelainan Janin

Posted on April 6, 2026 By Putri Anjelina No Comments on Tak Cukup USG, Dokter Ungkap Peran Pemeriksaan Fetomaternal Untuk Deteksi Dini Kelainan Janin

SMARTSURABAYA.COM – Banyak ibu hamil masih beranggapan bahwa pemeriksaan kehamilan sudah cukup dilakukan melalui USG rutin. Padahal, dalam kondisi tertentu, terdapat jenis pemeriksaan yang jauh lebih spesifik, mendalam, dan komprehensif, yaitu fetomaternal.

Pemeriksaan ini memiliki peran yang sangat penting dalam mendeteksi berbagai kemungkinan kelainan pada janin sejak tahap awal kehamilan. Dengan pendekatan yang lebih detail, fetomaternal mampu memberikan gambaran yang lebih akurat mengenai kondisi ibu dan janin, khususnya pada kehamilan dengan risiko tinggi.

Dokter spesialis kebidanan dan kandungan subspesialis fetomaternal, dr. Mohammad Adya Firmansha Dilmy, Sp.OG, Subsp.K.F.M, menjelaskan bahwa fetomaternal bukan sekadar metode pemeriksaan biasa, melainkan sebuah bidang keilmuan khusus dalam dunia kedokteran.

Ia menekankan bahwa untuk menjadi konsultan fetomaternal, seorang dokter kandungan harus menempuh pendidikan tambahan yang cukup panjang dan intensif.

“Definisi fetomaternal atau seorang konsultan fetomaternal ialah seorang dokter kandungan yang menjalani pendidikan tambahan 2,5 tahun atau 5 semester yang mendalami kehamilan risiko tinggi,” jelasnya pada talkshow kesehatan virtual yang diselenggarakan di akun Instagram Kementerian Kesehatan, Minggu (5/4/2026).

Kehamilan risiko tinggi menjadi fokus utama dalam bidang fetomaternal. Tidak semua kehamilan memiliki kondisi yang sama, sehingga diperlukan pendekatan yang berbeda dalam penanganannya.

Risiko tersebut dapat berasal dari kondisi kesehatan ibu sebelum hamil, maupun penyakit yang muncul selama masa kehamilan berlangsung. Hal ini menjadikan pemantauan lebih intensif sangat diperlukan guna mencegah komplikasi yang lebih serius.

“Ibu yang sakit kemudian hamil, contohnya ibunya dengan lupus terus hamil. Terus kemudian ibu yang hamil lalu sakit, seperti preeklamsi atau diabetes mellitus pada kehamilan,” ujarnya.

Selain faktor dari ibu, kondisi janin juga dapat menjadi sumber risiko yang signifikan. Berbagai kelainan pada janin, baik yang bersifat struktural maupun perkembangan, dapat terjadi dan perlu diidentifikasi sejak dini.

Beberapa di antaranya meliputi kelainan pada jantung, otak, hingga gangguan perkembangan seperti kehamilan kembar tiga yang memiliki tingkat risiko lebih tinggi dibanding kehamilan tunggal.

“Kelainan pada janin, kelainan jantung janin, otak janin, kelainan perkembangan seperti triplet misalnya,” lanjutnya.

Salah satu aspek penting yang kerap tidak disadari oleh banyak ibu hamil adalah bahwa kelainan pada janin sebenarnya sudah dapat dideteksi sejak trimester pertama kehamilan. Bahkan dalam beberapa kasus tertentu, tanda-tanda kelainan dapat terlihat pada tahap yang sangat awal, meskipun ukuran janin masih sangat kecil.

“Tidak ada kepala, tidak ada denyut jantung, atau kepalanya sangat besar, walaupun beratnya masih sebesar nasi putih satu butir, kalau benar-benar abnormal kita bisa deteksi,” jelasnya.

Tidak hanya dari segi bentuk fisik, fungsi organ janin juga dapat dianalisis secara lebih mendalam melalui pemeriksaan fetomaternal. Dengan teknologi dan metode yang tepat, dokter dapat menilai kondisi aliran darah serta fungsi kerja organ vital seperti jantung, sehingga potensi gangguan dapat diketahui lebih awal.

“Dari sifatnya atau fungsi dari aliran darahnya kita bisa lihat, pompa jantungnya kurang benar atau denyut jantungnya terlalu lambat,” tambahnya.

Namun demikian, deteksi dini saja tidak cukup apabila tidak diikuti dengan langkah penanganan yang tepat. Pemeriksaan yang dilakukan tanpa adanya tindak lanjut hanya akan menjadi informasi tanpa manfaat nyata bagi keselamatan ibu dan janin. Oleh karena itu, setiap temuan harus segera ditindaklanjuti dengan pemeriksaan lanjutan yang lebih spesifik.

“Semua pemeriksaan ini akan percuma apabila cuma periksa terus tidak ada tindak lanjut,” tegasnya.

Apabila ditemukan indikasi kelainan, dokter dapat melakukan serangkaian pemeriksaan lanjutan untuk memastikan diagnosis secara lebih akurat. Beberapa metode yang dapat dilakukan antara lain pengambilan sampel jaringan pada usia kehamilan sebelum 16 minggu, serta pemeriksaan air ketuban pada usia kehamilan di atas 15–16 minggu. Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui kondisi genetik janin secara lebih mendalam.

“Untuk melihat materi genetiknya dan itu akan akurat 100 persen,” imbuhnya. Dengan hasil pemeriksaan tersebut, dokter dapat menentukan langkah penanganan terbaik sesuai dengan kondisi yang ditemukan.

Tidak semua kelainan janin berujung pada kondisi fatal, karena setiap kasus memiliki tingkat keparahan yang berbeda. Oleh sebab itu, diperlukan klasifikasi yang jelas untuk menentukan prognosis dan tindakan yang tepat.

“Kalau kita menemukan kelainan kita harus bedakan, apakah kelainan ini mematikan atau tidak mematikan,” ujar dr. Dido.

Beberapa kondisi masih memungkinkan untuk ditangani, dipantau secara berkala, bahkan diselamatkan dengan intervensi medis yang tepat. Namun di sisi lain, terdapat pula kondisi ekstrem yang secara medis tidak memiliki harapan untuk diselamatkan, sehingga memerlukan pendekatan penanganan yang berbeda dan penuh pertimbangan.

Deteksi dini juga sangat berpengaruh terhadap penentuan tempat persalinan yang tepat. Tidak semua fasilitas kesehatan memiliki kemampuan dan peralatan yang memadai untuk menangani kasus kehamilan dengan komplikasi tinggi. Oleh karena itu, rujukan ke fasilitas yang lebih lengkap menjadi hal yang sangat penting untuk mengurangi risiko yang mungkin terjadi.

“Misalnya bayi dengan kelainan jantung yang berat, tentu tidak lahiran di puskesmas,” tegasnya.

Penanganan kasus kompleks harus dilakukan di fasilitas kesehatan yang memiliki tenaga ahli serta sarana penunjang yang memadai. Jika tidak, risiko kematian, baik bagi ibu maupun bayi, dapat meningkat secara signifikan.

“Kalau ditanganinya di fasilitas yang tidak adekuat, tentu mortalitasnya sangat-sangat tinggi,” jelasnya.

Meskipun berbagai risiko tersebut terdengar mengkhawatirkan, dr. Dido menegaskan bahwa sebagian besar kehamilan sebenarnya berjalan dengan normal tanpa komplikasi berarti. Mayoritas ibu hamil dapat menjalani kehamilan dengan baik hingga proses persalinan berlangsung lancar.

“Kita sebut saja 85 persen itu semuanya baik-baik aja, ibunya baik aja, bayinya baik aja, lahirannya lancar aja,” katanya.

Namun demikian, sekitar 10–15 persen kehamilan yang mengalami komplikasi tetap memerlukan perhatian khusus dan penanganan yang lebih intensif.

Oleh karena itu, penting bagi setiap ibu hamil untuk tidak hanya mengandalkan pemeriksaan rutin, tetapi juga memahami pentingnya deteksi dini dan konsultasi dengan tenaga medis yang kompeten, agar kesehatan ibu dan janin dapat terjaga secara optimal hingga proses persalinan.

Sumber: Tribunkesehatan

Healthy, Nasional, News Update Tags:Deteksi Dini, Dokter Kandungan, Edukasi Kehamilan, Edukasi Kesehatan, Fetomaternal, Kehamilan Risiko Tinggi, Kelainan Janin, Kesehatan, Kesehatan Ibu dan Anak, Nasional, Pemeriksaan Kehamilan

Post navigation

Previous Post: Pemkot Surabaya Perkuat Pengelolaan Fasilitas Umum Lewat Penyerahan PSU
Next Post: Pemkot Surabaya Rencanakan Perluasan Titik dan Durasi Car Free Day

Related Posts

  • Tantangan Akses Kesehatan di Indonesia, Distribusi Obat Jadi Sorotan Healthy
  • Gejala TBC Kerap Diabaikan, Padahal Sama Berbahayanya dengan COVID-19 Healthy
  • Diplomasi Global Menguat, Rusia Tawarkan Jalan Damai Konflik Iran Internasional
  • Berbeda dari Nikita Willy, Winona Lebih Panik Urus Kesehatan Anak Healthy
  • Waspada Mikroplastik, Orang Tua Diminta Lebih Selektif Pilih Mainan Anak Daerah
  • Ultimatum Trump ke Iran Picu Ketegangan Global, Jembatan Strategis Ditutup Internasional

Leave a Reply Cancel reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Alamat Redaksi : Kupang Gunung Timur V Raya no 9A Surabaya

Alamat Studio : Lobby Area Tribun Pekanbaru Jalan Imam Munanadar No. 383 Pekanbaru Kontak Studio : 0811 757 1018

Kontak Kerjasama : Didin 0816-5451-719

  • Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi Perkuat Sistem Drainase dan Rumah Pompa untuk Atasi Banjir Daerah
  • Pemkot Surabaya Pastikan Pasokan Kebutuhan Pangan Aman dan Harga Stabil Bussines Today
  • Konflik Timur Tengah Memanas, Donald Trump Klaim Perang Segera Berakhir Internasional
  • Persebaya Surabaya Diperkuat Bruno Paraiba, Siap Hadapi Persita Tangerang Nasional
  • Persebaya Surabaya Terancam Tampil Pincang Lawan Persija Jakarta di GBK Nasional
  • Pemkot Surabaya Rotasi 78 Pejabat, Dorong Kinerja Lebih Optimal Daerah
  • Wali Kota Eri Cahyadi Sidak TPS: Tegaskan SOP Baru, Sampah Kasur Hingga Truk Liar Bakal Disanksi Uncategorized
  • Digitalisasi Parkir Diterapkan, 600 Jukir Surabaya Terancam Dicabut Izin Bussines Today

Copyright © 2026 Radio Smart Surabaya.

Powered by PressBook News WordPress theme

Powered by
►
Necessary cookies enable essential site features like secure log-ins and consent preference adjustments. They do not store personal data.
None
►
Functional cookies support features like content sharing on social media, collecting feedback, and enabling third-party tools.
None
►
Analytical cookies track visitor interactions, providing insights on metrics like visitor count, bounce rate, and traffic sources.
None
►
Advertisement cookies deliver personalized ads based on your previous visits and analyze the effectiveness of ad campaigns.
None
►
Unclassified cookies are cookies that we are in the process of classifying, together with the providers of individual cookies.
None
Powered by